Pacitan

Nakes RSUD dr Darsono Positif Korona

TGTP Rencanakan Rapid Test Dokter dan Perawat

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Darsono akhirnya tumbang. Selasa (7/7) seorang nakes perempuan berusia 20-an tahun dilaporkan terkonfirmasi virus korona.

Dari hasil penelusuran Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19 Pacitan, muncul dugaan nakes asal Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan tersebut tertular dari orang tanpa gejala (OTG), namun sebenarnya positif saat mengantar ayahnya berobat di Trenggalek. TGTP masih memastikan lebih lanjut perihal sumber penularan dengan melakukan tracing. ‘’Bapaknya langganan Hb (hemoglobin, Red) dan menjalar ke gagal ginjal. Sehingga harus sering cuci darah,’’ kata Jubir TGTP Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto Selasa (7/7).

Saat ini nakes tersebut telah dirujuk ke RSUD dr Darsono untuk mendapatkan perawatan. Rahmad mengungkapkan, sebelum diketahui terpapar Covid-19 pasien sempat menderita batuk. Setelah itu yang bersangkutan memutuskan memeriksakan diri ke rumah sakit. ‘’Untuk mencegah penularan Covid-19 semakin meluas, kami akan lakukan rapid test terhadap nakes di RSUD dr Darsono dan keluarga pasien,’’ ujar kepala diskominfo tersebut.

Selain seorang nakes itu, TGTP mencatat ada tambahan empat kasus terkonfirmasi positif virus korona lainnya kemarin. Mereka semua berasal dari transmisi lokal Sudimoro. Tiga di antaranya tercatat sebagai warga Desa Sukorejo dan seorang pasien lainnya dari Desa Sudimoro. Hasil pelacakan dinas kesehatan (dinkes), keempatnya tertular dari pasien positif asal Trenggalek yang bekerja dalam satu manajemen perusahaan pembangkit listrik. ‘’Kami akan lakukan pengembangan temuan kasus baru tersebut. Termasuk ke keluarga dan kontak terdekat lainnya,’’ terang Rahmad.

Dia mengungkapkan bahwa empat pasien positif baru itu seluruhnya perempuan. Usianya antara 22–34 tahun. Mereka berasal dari Sudimoro dan saling terlibat kontak aktif. ‘’Saat ini seluruhnya dirawat di wisma atlet,’’ katanya. (gen/c1/her)

Berlakukan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

PERKEMBANGAN Covid-19 yang begitu masif menuntut kerja keras tim gugus tugas penanggulangan (TGTP). Terutama dalam upaya mendisiplinkan masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Seperti penggunaan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, meningkatkan jangkauan tracing oleh petugas terhadap warga yang diduga pernah melakukan kontak fisik dengan pasien terkonfirmasi positif korona. ‘’Tim tracing saya harap semaksimal mungkin saat melakukan pelacakan. Sehingga bisa menjangkau titik yang diprediksi akan menularkan Covid-19,’’ kata Ketua TGTP Covid-19 Pacitan Indartato Selasa (7/7).

Sampai kini sudah ada 34 warga Pacitan yang terpapar Covid-19. Berdasarkan hal tersebut, Indartato menyatakan virus korona tidak bisa disepelekan. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk sadar menerapkan protokol kesehatan di mana pun. ‘’Seperti penggunaan masker ini menjadi salah satu hal yang penting dalam mencegah penyebaran Covid-19,’’ terangnya.

Namun demikian, TGTP menyadari masih ada warga yang melanggar ketentuan wajib pemakaian masker ketika beraktivitas di luar rumah. Hal itu diakui oleh Jubir TGTP Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto. Namun, pihaknya enggan dianggap lembek dalam penerapan sanksi pelanggaran protokol kesehatan. ‘’Bukan masalah kurang tegas, kita sudah upayakan seoptimal mungkin bagi warga yang abai,’’ katanya.

Saat ini tindakan yang dilakukan TGTP baru sebatas persuasif. Seperti teguran, pembinaan, kemudian diberi masker gratis. Ke depan akan ada regulasi berupa surat edaran (SE) untuk menertibkan penerapan protokol kesehatan. ‘’Tinggal tunggu SE-nya keluar. Kalau sudah keluar, itu nanti yang akan kami terapkan,’’ ujar mantan kepala dinas kesehatan tersebut.

Dalam SE itu akan dijelaskan beberapa ketentuan berlaku. Di antaranya pemberlakuan kawasan wajib pakai masker serta pemberlakuan sanksi bagi pelanggaran protokol kesehatan. ‘’Termasuk menerjunkan tim di jalan. Kami suruh pulang saat mereka kedapatan tidak memakai masker. Baik ketika di jalan maupun di pasar,’’ jelas Rahmad. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button