Mejayan

Nakes Bertumbangan, Jajaki Sekolah Perawat

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Garda terdepan penanganan Covid-19 mulai bertumbangan. Banyak tenaga kesehatan (nakes) terpapar virus korona. Di lain sisi, laju penambahan kasus positif sulit direm. Akibatnya, banyaknya pasien berbanding terbalik dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) untuk menanganinya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Madiun Tauhid Islamy mengatakan, rumah sakit rujukan saat ini kewalahan. Pasien Covid-19 membeludak belakangan ini. ‘’Ada pasien Covid-19 dirawat di parkiran, ada juga yang meninggal di tenda darurat. Harus segera ada langkah untuk menyikapi kondisi itu,’’ kata Tauhid, Sabtu (10/7).

Penambahan ruang atau tempat tidur (TT) isolasi pasien Covid-19 mendesak. Bisa tenda darurat atau alih fungsi gedung. Sehingga, pasien korona bisa ditangani maksimal. ‘’Menambah tempat isolasi dengan berbagai cara itu hal gampang. Tapi, ada yang lebih penting lagi dari itu,’’ ujarnya.

Ketersediaan nakes, sebut Tauhid, merupakan hal krusial. Banyak nakes yang bertumbangan hingga wafat menjadi fondasi penting dalam penanganan pandemi saat ini. ‘’Nakes sudah banyak yang tumbang. Kalaupun tempat ditambah, tapi tidak ada nakes, bagaimana itu jadinya?’’ tanyanya.

Diketahui, 24 nakes RSUD Caruban terkonfirmasi positif Covid-19. Pun, 16 nakes RSL Joglo, Dungus. Dampaknya, kekuatan pelayanan kesehatan berkurang. Baik pelayanan kesehatan reguler maupun penanganan Covid-19. ‘’Kondisi rumah sakit hari-hari ini hampir penuh semua,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Menyikapi kondisi tersebut, berbagai persiapan telah dilakukan pemkab. Mulai tempat tambahan sampai ketersediaan nakes. Pun lima selter di lima kecamatan sudah disiapkan. ‘’Penambahan tempat, kalau memang perlu, akan ada pembahasan lebih lanjut. Tentang tenda darurat itu menjadi alternatif terakhir,’’ ungkap Kaji Mbing, sapaan bupati.

Terkait ketersediaan nakes, dia mengklaim sudah melakukan pembicaraan. Sejumlah sekolah perawat dijajaki untuk mencukupi kebutuhan nakes saat ada ledakan kasus korona. ‘’Sudah kami bicarakan dengan sekolah perawat. Opsi itu langsung dijalankan kalau dibutuhkan,’’ tandasnya sembari menyebut saat ini kondisi bed dan nakes masih dalam taraf aman. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button