Laka LantasMagetan

Nahas! Vario v Pikap, Satu Tewas

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Nahas menimpa Ramadhan Wahyu Wiyono, warga Desa Kediren, Parang. Pria 21 tahun itu tewas usai motor yang dikendarai terlibat tabrakan dengan sebuah mobil pikap di Jalan Raya Magetan-Parang masuk Desa Tamanarum.

Insiden bermula saat Ramadhan mengendarai Honda Vario nopol AE 4667 QE membonceng Eka Tri Yoga temannya dari arah utara. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 06.00, mendadak motor terlampau ke kanan hingga melewati markah jalan.

Bersamaan itu, dari arah berlawanan melaju pikap nopol AE 9545 ND yang dikemudikan Arifin, 33, bersama seorang penumpang. Keduanya warga Desa Pragak, Parang. Lantaran jarak sudah dekat, kedua kendaraan tidak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan. ‘’Kejadiannya dilaporkan ke kami sekitar pukul 08.00 ,’’ kata Kapolsek Parang AKP Bayu Nirbaya Bhakti.

Akibat kejadian itu, Ramadhan tewas seketika. Sedangkan teman yang dibonceng serta sopir dan penumpang pikap selamat meski mengalami luka. Jenazah korban lantas dibawa ke RSUD Sayidiman. ‘’Kami tidak tahu pasti apakah korban sedang berangkat ke kantor atau ke mana,’’ imbuh Bayu.

Bayu menambahkan, pada Rabu lalu (15/4) di Jalan Raya Magetan-Parang terjadi dua peristiwa kecelakaan lalu lintas. Truk pengangkut ayam terguling saat melintas di sebuah tanjakan Desa Joketro. Diduga rem blong, bagian belakang truk nopol S 8296 UK yang dikemudikan Candra, warga Mojokerto, itu akhirnya menabrak pohon dan terguling.

Beberapa jam berselang, truk nopol AE 804 UB bermuatan tujuh ton pupuk bersubsidi  juga gagal menanjak saat melintas di Desa Krajan. Truk sempat diganjal batu. Namun, karena muatan terlalu berat, kendaraan berjalan mundur.

Di saat bersamaan, di belakangnya ada mobil Honda Jazz. Menghindari tabrakan, sopir Jazz banting setir ke kanan, namun justru tercebur ke sungai. ‘’Tidak ada korban jiwa,’’ ujar Bayu.

Bayu mengimbau pengendara hati-hati saat melintas di Jalan Rata Magetan-Parang lantaran jalurnya berkelok-kelok dan banyak tanjakan. ‘’Hampir sepanjang jalan itu markahnya menyambung. Artinya, dilarang mendahului karena rawan laka,’’ pungkasnya. (fat/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close