Ngawi

Musisi Serbabisa, Joko Sumariyono Kebanjiran Job Pentas

Joko Sumariyono kadung lekat dengan musik. Berbagai jenis alat musik dikuasai. Gitar dan bass yang paling disenangi. Berkat kepiawaiannya itu, tawaran pentas kerap mampir kepadanya.

———————-

BUNYI betotan senar bass sayup terdengar sesaat sebelum memasuki rumah Joko Sumariyono di Kelurahan Karangasri, Ngawi. Dari mulut pintu utama, si empunya rumah sedang duduk di ruang tamu. Dia tampak santai dengan memangku sebuah bass berwarna cokelat. Kepalanya mendongak bertumpu sandaran kursi. Matanya terpejam. Sementara, jari-jarinya dengan lincah menekan dan memetik senar.

Lantunan sebuah lagu pop keluar dari mulut pemuda berkaus hitam dan bercelana pendek itu. Sejurus kemudian, ritme petikan senar seketika berubah. Kali ini beralih ke ketukan bernada dangdut. Bersamaan dengan itu, kepalanya bergeleng-geleng menikmati permainannya sendiri. ‘’Iseng-iseng main bass, lagi suntuk,’’ kata pemuda yang akrab disapa Rio tersebut.

Rio merupakan musisi dengan segudang bakat. Tak hanya gitar dan bass, jari-jemarinya juga lihai menekan deretan tuts piano. Pun, tak jarang diminta menggebuk drum. Selain ngeband bersama grupnya, dia kerap menerima tawaran main bass di berbagai acara. ‘’Tanggal 16 Januari lalu main di alun-alun,’’ ujarnya.

Saat itu Rio berkolaborasi dengan grup karawitan salah satu sekolah di Ngawi. Memainkan bass, dia menyelaraskan petikan dengan bunyi-bunyi slendro-pelog gamelan. Itu bukan pengalaman pertama pemuda 22 tahun ini. ‘’Sebelumnya pernah tampil di pentas seni salah satu SMA. Gabung dengan karawitan juga. Tari budaya dan drama yang diiringi musik langsung,’’ ungkapnya.

Di awal-awal berkolaborasi dengan gamelan, Rio merasa kesulitan menyelaraskan nada bass dengan instrumen karawitan. Namun, lambat laun tekan dan petik jari-jemarinya berhasil menyatu dengan serangkaian suara alat musik tradisional. ‘’Dicari ritmenya, kalau sudah ketemu jadi enak,’’ tutur Rio.

Musik kadung mendarah daging bagi pemuda cubby ini. Beragam aliran musik juga pernah dia mainkan di hadapan sejumlah penonton. Termasuk musik patrol alias tek-tur yang biasa dimainkan saat Ramadan. ‘’Macam-macam yang saya pegang. Nyanyi juga,’’ ujarnya.

Kepiawaian Rio dalam dunia musik tidak serta merta datang begitu saja. Telinganya sudah dijejali beragam jenis musik sedari kecil. Mulai pop, dangdut, hingga musik-musik tradisional. ‘’Belajar main gitar sejak masih ngejar layangan putus,’’ ungkapnya terkekeh. ***(deni kurniawan/isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close