Madiun

Mudik Terbatas Se-Madiun Raya

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Larangan mudik Lebaran tahun ini semakin diperketat. Penyekatan tapal batas dilakukan hampir sebulan penuh. Mulai 22 April sampai 24 Mei mendatang. Di Kota Madiun terdapat tiga titik.

Dari arah utara di sekitar PG Rejo Agung. Dari barat di kawasan Mancaan, Jiwan. Sedangkan dari selatan di kawasan Te’an. Setiap titik pos penyekatan dijaga 24 jam. Masing-masing melibatkan 15-20 personel gabungan.

Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, pihaknya juga koordinasi dengan jaringan terkecil di tingkat kelurahan hingga RT atau tiga pilar PPKM mikro yang dinilai lebih kuat. ‘’Jadi, kalau di titik penyekatan ada yang bisa lolos, lebih baik di PPKM mikro itu yang lebih diperkuat,’’ kata Dewa, Jumat (30/4).

Dewa menyebut, untuk penyekatan bulan ini sifatnya masih belum terlalu ketat. Terpenting saat dicek bisa menunjukkan surat tugas dan surat rapid test antigen. Bepergian untuk bekerja atau menjenguk orang sakit masih diperbolehkan. ‘’Sampai saat ini di pos penyekatan belum ada yang dipaksa dijaring. Nanti begitu larangan mudik berlaku akan dijaring dan masuk rumah tahanan militer (RTM),’’ ujarnya.

Dewa menyampaikan, berdasarkan kebijakan pemerintah dan provinsi, aturan mudik tahun ini berlaku aglomerasi. Atau terbatas di daerah-daerah yang berdekatan. Kota Madiun masuk aglomerasi korwil V bersama Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan.

Jika ada kendaraan berpelat nomor polisi luar rayon, pengendara dan penumpang bakal dicek identitasnya (e-KTP). ‘’Selama dari wilayah aglomerasi Madiun Raya tidak dilarang mudik. Misal ada mobil pelat Jakarta dan masuk Madiun, sementara identitasnya dari luar Madiun Raya, itu mudik namanya,’’ terangnya.

Dewa mengimbau masyarakat mematuhi larangan mudik. Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir. Meskipun vaksinasi sudah dan sedang berjalan. Menurut dia, yang dibutuhkan saat ini adalah kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes). ‘’Larangan mudik ini untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Jadi, patuhi saja demi kemaslahatan bersama,’’ pintanya. (mg2/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button