Madiun

Mudik Lebaran, Persimpangan Sumber Kemacetan

MADIUN – Tersambungnya ruas Tol Wilangan-Nganjuk menggeser fokus pengamanan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) terhadap arus lalu lintas pemudik. Pengelola jalan bebas hambatan itu berkonsentrasi mengurai kemacetan di exit tol Desa Bagi, Madiun dan Wilangan, Nganjuk. ‘’Dua lokasi itu yang kami yakini berpotensi terjadi penumpukan kendaraan,’’ kata Direktur Utama PT JNK Iwan Moedyarno Minggu (26/5).

Iwan menyebut, karakteristik exit Madiun dan Wilangan adalah persimpangan yang menyambungkan jalan arteri dan permukiman warga. Exit Dumpil –sebutan lain pintu tol Madiun– misalnya. Sisi selatan dan timur adalah bagian dari Jalan Raya Madiun-Surabaya yang di hari biasa cukup padat kendaraan. Sedangkan sisi barat akses keluar-masuk pengguna jalan ke permukiman desa setempat. ‘’Bisa jadi arus lalu lintas melambat karena tingginya volume kendaraan keluar masuk tol,’’ ujarnya.

Berkaca tahun sebelumnya, memang tidak terlalu ada penumpukan kendaraan. Namun, JNK menengarai potensinya kali ini berbeda karena beberapa faktor. Di antaranya mahalnya harga tiket pesawat yang naik dua kali lipat. Para pemudik dari Jakarta diyakini mengalihkan kendaraan pribadi atau sewa untuk pulang kampung karena biaya lebih terjangkau. Ditambah sudah terintegrasinya ruas Tol Ngawi-Kertosono dengan Tol Pandaan-Malang. ‘’Kalau crowded sepertinya sudah tidak seperti tahun lalu ketika tol Wilangan belum dibuka,’’ ucapnya kepada Radar Caruban.

PT JNK memprediksi peningkatan volume kendaraan di Tol Ngawi-Kertosono hingga 270 persen. Nyaris tiga kali lipat. Bila sebelumnya 6.500 kendaraan melintas setiap harinya, bertambah hingga 24 ribu. Angka tersebut ditemukan lewat rumus hitung berdasar transaksi pembayaran dan lalu lintas harian (LHR). Ditambah asumsi jumlah pengguna jalan yang terus menerus menggunakan jalan tol mulai berangkat hingga tujuan. ‘’Pengguna tol terusan mendominasi sekitar 60 persen. Paling banyak dari Surabaya,’’ paparnya.

Iwan menambahkan, melambatnya arus lalu lintas kendaraan di exit Madiun hanya momen tertentu. Prediksinya H+1 dan H+2 Lebaran. Sebab, pada hari tersebut biasanya warga yang tinggal di sekitaran pintu exit keluar bersilaturahmi. Di dua hari itu pula diyakini masih berdatangan gelombang warga pulang kampung. Baik memanfaatkan jalan bebas hambatan atau arteri. ‘’Versi kami puncak mudik H-3 (Minggu, 2/6) dan baliknya H+4 (Minggu, 9/6),’’ sebutnya. (cor/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button