Madiun

Mudik Estafet Kelabui Petugas

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Berbagai modus dilakukan pemudik agar bisa lolos dari posko penyekatan. Di Kabupaten Madiun, petugas mendapati perantau mudik estafet. ‘’Ada warga dijemput pakai motor oleh kerabatnya di Jombang. Dari Jombang, dijemput lagi oleh keluarga dari Kabupaten Madiun,’’ ungkap Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun Aksien Muharom Rabu (6/5).

Enam titik check point didirikan di gerbang masuk Kabupaten Madiun. Di antaranya, Posko Taman Asti Caruban, gerbang tol (GT) Madiun, GT Krapyak, dan Jalan Raya Jiwan. Di setiap pos, pemeriksaan ketat dilakukan terhadap kendaraan besar yang berpotensi mengangkut pemudik. Mulai bus, truk, minibus, hingga mobil. ‘’Modus estafet masih belum marak,’’ ujarnya.

Dishub bersama jajaran kepolisian mewaspadai pemudik nekat. Seperti memasukkan mobil ke bak truk dan bersembunyi di dalam mobil. ‘’Tapi, sampai saat ini belum ada temuan modus seperti di kota-kota besar itu,’’ klaimnya.

Pihaknya sejatinya tidak tega hati meminta pemudik putar balik. Sebab, kondisi di tanah rantau tengah sulit. Karenanya, sebagai antisipasi penularan Covid-19, petugas membuat laporan untuk pemerintah desa (pemdes) tujuan pemudik. Supaya ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri selama 14 hari. ‘’Lingkungan tempat tinggal berperan mengawasi,’’ katanya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close