MadiunPendidikan

MPLS Kelas X SMAN Pilangkenceng

Siswa Tatap Muka di Balai Desa

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sebanyak 31 anak berseragam putih–abu-abu duduk di atas kursi plastik. Menghadap sebuah layar proyektor di dinding Senin (13/7). Puluhan siswa kelas X SMAN 1 Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, itu mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun pelajaran 2020/2021.

Namun, kegiatannya tidak digelar di aula sekolah terkait. Melainkan gedung serbaguna Desa Kenongorejo, Pilangkenceng. ‘’MPLS virtual menggunakan aplikasi Zoom Meeting,’’ kata Kepala SMAN Pilangkenceng Priyono.

Priyono mengatakan, alasan MPLS virtual karena belum diperbolehkan menggelar kegiatan pendidikan secara tatap muka. Mengantisipasi penularan Covid-19. Cara pengenalan seluk-beluk sekolah lantas diakali dengan membuat gugus.

Sebanyak 218 siswa baru dikelompokkan dalam tujuh gugus di tujuh balai desa berbeda. Rata-rata 30 siswa per kelompok. Selain Desa Kenongorejo, ada Kedungrejo, Sumbergandu, dan Duren. Juga Desa Pilangkenceng, Ngale, dan Muneng. ‘’Setiap gugus dikumpulkan ke balai desa untuk mengikuti MPLS daring,’’ terangnya.

Dia menjelaskan, pembagian gugus demi efektivitas waktu. Materi dapat diberikan sekali waktu. Tidak harus mengulang sampai tujuh kali. Selain itu, siswa baru bisa tatap muka dengan mengurangi konsentrasi berkerumunnya massa. ‘’Paling tidak, siswa dapat bertemu teman barunya meski hanya satu gugus,’’ ujarnya sembari menyebut pembagian gugus mempertimbangkan alamat rumah siswa.

Pelaksanaan MPLS virtual selama lima jam mulai pukul 07.00. Sejumlah pengawas dan panitia dari siswa kelas XI melakukan pendampingan. Priyono mengklaim pelaksanaannya telah mematuhi protokol kesehatan. Pakai masker dan jaga jarak sudah diterapkan. ‘’Sebelum masuk, suhu badan dicek. Anak-anak juga harus bisa menunjukkan surat dari orang tua yang mengizinkan ikut MPLS dan menyatakan kondisi anaknya sehat,’’ jelasnya.

Priyono menyebut, empat siswa tidak hadir dalam MPLS. Dua siswa di gugus Kedungrejo. Lalu, masing-masing satu di Gugus Duren dan Ngale. ‘’Kami belum mengetahui alasan tidak hadir,’’ katanya. (den/c1/cor)

Negeri atau Swasta, Matsama Tetap Online

MASA taaruf siswa madrasah (matsama) di Kabupaten Madiun Senin (13/7) juga digelar secara daring. Pengenalan lingkungan madrasah aliyah (MA) dengan tidak bertatap muka itu sesuai Surat Edaran (SE) Dirjen Pendidikan Islam Nomor 1072/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/06/2020. ‘’Semua matsama secara online, teknisnya ada pada masing-masing madrasah,’’ kata Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kemenag Kabupaten Madiun Orbazan Wasir.

Orbazan mengklaim matsama empat MA negeri (MAN) berjalan baik. Belum ada keluhan mengenai gangguan internet. Persoalan itu kemungkinan terjadi di belasan MA swasta. Sebab, jumlah siswa yang minim berpengaruh terhadap besarnya penerimaan dana bantuan operasional sekolah (BOS). ‘’Dana itu bisa untuk menyokong kegiatan pendidikan secara virtual,’’ ujarnya.

Sebelum matsama digelar, tidak sedikit madrasah yang bertanya mengenai boleh tidaknya mengumpulkan siswa ke Kemenag. Menurut Orbazan, itu tanda bahwa kegiatan pendidikan secara tatap muka sangat penting. Termasuk matsama yang tidak akan maksimal jika online. ‘’Jauh beda antara matsama online dengan langsung di madrasah. Tujuannya kan pengenalan lingkungan, pelajaran, program, sarana dan prasarana,’’ terangnya.

Kendati demikian, Orbazan tidak bisa berbuat banyak. Madrasah diminta patuh terhadap peraturan pemerintah. ‘’Pihak madrasah sendiri juga bingung menjawab saat ditanya orang tua atau wali murid,’’ ungkapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close