Advertorial

MOU Inovasi Pelayanan Permintaan Panggilan Delegasi

 PTA Surabaya dengan PTA Yogyakarta dan PTA Semarang

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pengadilan Tinggi Agama Surabaya kembali membuat gebrakan inovasi pelayanan. Inovasi kali ini dalam bidang percepatan panggilan delegasi, yang meliputi percepatan permintaan bantuan panggilan atau pemberitahuan, sita dan eksekusi delegasi antara wilayah PTA Surabaya dengan PTA Yogyakarta dan PTA Semarang. Inovasi pelayanan ini bertujuan agar terjadi percepatan penyelesaian perkara kepada para pihak ditingkat Peradilan Pertama, sehingga terwujud asas peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan. “Proses tundaan persidangan yang biasanya dilakukan sebulan, bisa dipangkas menjadi sepekan atau dua pekan,” ujar Ketua PTA Surabaya Drs.H.Mohammad Yamin Awie, SH, MH.

Acara yang dilakukan di Aula Pengadilan Agama Ngawi ini dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes) ini dilaksanakan pada Jum’at (20/8) lalu. Dihadiri oleh Drs.H.Mohammad Yamin Awie, SH, MH (Ketua PTA Surabaya), Drs.H. Sarif Usman, SH, MH (Ketua PTA Yogyakarta) dan Drs. HM. Alwi Mallo, MH (Ketua PTA Semarang). Disamping itu hadir juga para pejabat di Lingkungan PTA Surabaya, PTA Yogyakarta, PTA Semarang, yaitu Panitera, Sekretaris, termasuk beberapa Ketua Pengadilan Tingkat Pertama di 3 lingkungan PTA tersebut.

Penanda tanganan Nota Kesepahaman (MOU) tiga Pengadilan Tinggi Agama ini menjadi tonggak baru bagi upaya percepatan penyelesaian perkara di Pengadilan Agama khususnya di wilayah Jawa Timur, Yogyakarta dan Jawa Tengah. Saat ini PTA Surabaya terus melakukan upaya pelayanan yang terbaik buat masyarakat pencari keadilan agar bisa terwujud Peradilan yang Agung. “Disamping itu juga gencar membangun Zona Integritas dalam rangka mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” jelas Hj. Siti Romiyani, SH, MH, ketua panitia acara ini  yang juga Panitera PTA Surabaya.

Ruang lingkup kerja sama yang ditanda tangani ini meliputi permintaan bantuan panggilan pihak pertama untuk hadir dalam persidangan pertama, persidangan lanjutan, pemberitahuan putusan, permintaan bantuan untuk melakukan pemeriksaan setempat (descente) terhadap obyek sengketa yang berada diluar wilayah hukum Pengadilan Agama diajukan perkara, permintaan bantuan panggilan untuk berperkara untuk hadir dalam sidang aanmaning eksekusi, peletakan sita delegasi dan permintaan bantuan lainnya yang berkaitan dengan percepatan penyelesaian perkara. Menurut ketua PTA Surabaya Drs.H.Mohammad Yamin Awie, SH, MH kerja sama untuk inovasi pelayanan semacam ini akan ditingkatkan lagi dimasa yang akan datang. Kerja sama antar lembaga, baik sesama Peradilan maupun dengan kementerian lembaga lainnya bisa ditingkatkan lagi baik secara kualitatif maupun kuantitatif. “Kami berharap ke depan bukan saja MOU dengan PTA Yogyakarta dan Semarang, tapi kami usulkan inovasi pelayanan ini menjadi program nasional di lingkungan peradilan Agama se Indonesia “, tandasnya. (ti7/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button