Ngawi

Monumen Suryo di Mata Sejumlah Pengunjung

NGAWI – Pemkab Ngawi agaknya perlu menambahkan informasi seputar Monumen Suryo. Sebab, tak sedikit pengunjung yang tidak mengetahui seluk beluk monumen Gubernur Jatim pertama itu. ‘’Perlawanan saat penjajahan Belanda ya?,’’ ujar Rina Suprimulyani, salah seorang pengunjung, kemarin (25/4).

Monumen Suryo yang terletak di Jalan Raya Ngawi-Solo masuk Desa Pelang Lor, Kedunggalar, itu merupakan lokasi wisata dengan daya tarik tersendiri. Pun, ditunjang lokasi pinggir jalan yang strategis serta berada di kawasan rindang pepohonan.

Namun, banyaknya pengunjung tidak dibarengi dengan ketersediaan informasi seputar keberadaan monumen kendati cuma sekelumit. ‘’Tidak tahu saya kalau Gubernur Suryo itu meninggal karena dibunuh PKI. Saya kira pas zaman Belanda,’’ kata Rina.

Ya, di lokasi monumen memang tidak terdapat informasi atau sekadar keterangan sebagai penjelas sosok sang gubernur. Kebanyakan pengunjung cuma berfoto ria di bawah tiga patung besar untuk mengabadikan momen kalau pernah berkunjung ke Monumen Suryo. ‘’Lebih bagus kalau diberi penjelasan tentang monumen. Biar pengunjung tahu,’’ ungkapnya.

Rina berharap, kawasan monumen diberi keterangan tentang sejarah. Misal, tentang identitas Gubernur Suryo, alasan dibuatkan monumen, dan sebagainya. ‘’Jadi, wisatawan bisa dapat edukasi sejarah juga,’’ ujar guru PAUD asal Desa Tawangsari, Kecamatan Kerjo, Karangayar, Jawa Tengah, itu.

Karmin, salah seorang pedagang kaki lima (PKL), mengatakan bahwa Monumen Suryo masih diminati banyak orang. Tidak sedikit pengunjung hilir mudik atau sekadar nongkrong di tepian monumen. Tak jarang pula pengendara dari luar daerah yang mampir. ‘’Masih termasuk ramai kalau hari-hari biasa. Tambah ramai lagi saat akhir pekan,’’ ujarnya. (den/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close