Pacitan

Monumen Palagan Tumpak Rinjing Terkesan Tidak Dirawat

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Monumen Palagan Tumpak Rinjing di Dusun Gesingan, Dadapan, Pringkuku, Pacitan, ”dibiarkan” merana tak terawat. Padahal, bangunan tersebut adalah penanda untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam pertempuran merebut kemerdekaan RI. Pun salah satu rute gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman di Pacitan melawan penjajah Belanda.

Kondisi kompleks monumen yang diresmikan 20 Mei 1980 itu saat ini banyak ditumbuhi rumput liar. Sampah berserakan di beberapa sudut. Cat mulai memudar di sejumlah titik. Pun beberapa fasilitas rusak. ‘’Dulu lokasi wisata ini ramai pengunjung. Juga mendapat perhatian penuh dari pemerintah,’’ kata Misno, warga setempat, Rabu (12/2).

Seiring berjalannya waktu, pengunjung mulai jarang. Perhatian publik teralihkan ke tempat wisata lain. Semakin hari monumen tersebut semakin tak terurus. ‘’Sayang kalau dibiarkan begitu saja. Akhirnya saya jaga dan rawat semampu saya,’’ ungkap Misno yang prihatin dengan kondisi monumen tersebut.

Misno rela merogoh kocek pribadi demi merawat tetenger perjuangan para pahlawan bangsa tersebut. Mulai membuat kamar mandi hingga membeli lampu penerangan. Tujuannya, agar monumen itu kembali hidup.

Misno menerangkan, dulu untuk masuk ke lokasi Monumen Palagan Tumpak Rinjing dikenai karcis. Sebagian hasilnya untuk biaya perawatan. Lantaran kian sepi pengunjung, akhirnya dibiarkan begitu saja. ‘’Kemungkinan dari pemkab tidak ada anggaran untuk menghidupkan kembali,’’ duganya.

Jika tidak sering dibersihkan, kompleks monumen kondisinya mirip hutan. Padahal, pada saat-saat tertentu monumen tersebut masih dikunjungi pelajar sebagai tempat pembelajaran sejarah di luar kelas. Dia berharap pemkab turun tangan membantu menyelamatkannya. Jangan sampai anak cucu tidak bisa melihat wujudnya.  ‘’Minimal ada perawatan agar tidak mangkrak,’’ ucapnya. (mg2/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close