Madiun

Molor, Pelimpahan Berkas WDR Dijanjikan Bulan Ini

Agus Disangka Melanggar Dua Regulasi Sekaligus

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pelimpahan berkas perkara penambangan Watu Dakon Resort (WDR) meleset dari target. Hingga pekan lalu, berkas pemeriksaan tersangka Agus Suyanto, pemilik usaha di Desa Banjarsari Wetan, Dagangan, Kabupaten Madiun, itu belum dikirim ke kejaksaan negeri (kejari) setempat. Padahal, penyidik kepolisian memasang target pemberkasan kelar November.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro menyebut, pemeriksaan ulang pihak yang terlibat dalam dugaan perkara penambangan ilegal itu sebenarnya sudah selesai. Mulai tersangka hingga para saksi dari organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup pemkab. Seperti dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) dan dinas lingkungan hidup (DLH). Pemeriksaan lanjutan pasca Agus ditetapkan tersangka 2 Oktober lalu itu berfokus pada pemenuhan unsur pelanggaran. ‘’Pelimpahan dalam waktu dekat,’’ janjinya.

Logos beralasan, lamanya proses penyidikan lantaran yang diusut termasuk pelanggaran khusus dalam undang-undang (UU). Agus diduga melanggar dua regulasi sekaligus. Yakni, UU 4/2017 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) dan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Peraturan itu dijeratkan atas praktik mengeruk lahan hingga belasan meter. Meskipun belum mengantongi surat perizinan dari dinas terkait. Hasil dari pengerukan dengan tameng surat keterangan dinas pariwisata pemuda dan olahraga (disparpora) itu diduga juga dikomersialkan. ‘’Jadi, setiap tahapannya harus digelarkan,’’ ujarnya.

Penyidik menargetkan kasus ini rampung akhir tahun ini. Berkas perkara bisa segera dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa penuntut umum (JPU). Sehingga tersangka yang selama ini tidak ditahan dengan alasan kooperatif itu bisa dilimpahkan ke kejari. Pun barang bukti (BB) yang dikumpulkan sejak penyelidikan Maret lalu. ‘’Kewajiban kami segera melimpahkan BB dan tersangka kalau sudah P21,’’ tutur Logos.

Diketahui, Agus Suyanto berniat membangun kolam pemancingan WDR. Pengusaha itu hanya bermodal surat keterangan disparpora, bukan DPMPTSP. Kedalaman kerukan penggalian yang mencapai 13 meter dipandang janggal oleh komisi D DPRD periode 2014–2019. Mereka menduga ada pemufakatan jahat di balik kegiatan yang melibatkan camat Dagangan dan kades Banjarsari Wetan sebagai fasilitator. Pemkab lantas menutup paksa proyek dengan payung hukum Pergub Jatim 12/2016 tentang Pedoman Pemberian Izin Pertambangan. (cor/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close