Madiun

Mobilitas Tinggi, Ojek Lebih Hati-Hati

STOP ORDER ZONA MERAH

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Demi kebaikan bersama, ojek online (ojol) maupun konvensional tak sembarangan angkut penumpang. Mereka tak menerima orderan penumpang dari zona merah Covid-19.

Driver sadar mobilitas tinggi harus lebih hati-hati. Dalam bekerja, mereka tak ingin tertular maupun menjadi penular virus yang tak kunjung ada penawarnya ini. Setidaknya, protokol kesehatan harus senantiasa diperhatikan. ’’Semua ojol sudah paham bagaimana standar protokol kesehatannya,’’ kata Wahyu, 44, driver di Kota Madiun, Rabu (3/6).

Warga kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, itu selalu siap sedia masker dan hand sanitizer di dalam tasnya. Bila penumpang tak membawa masker, dia siap memberikan. Juga, selalu menyemprotkan hand sanitizer sebelum berangkat mengantarkan ke tujuan. ‘’Tapi, sejak pandemi ini orderan sepi,’’ keluhnya.

Seno Aji, 55, driver lainnya, menuturkan problem serupa. Sejak pandemi, dia lebih sering menerima order pengantaran makanan dan barang. ‘’Sejak mewabah korona, pendapatan saya turun drastis. Sebelumnya sehari bisa lebih dari 20 orderan. Sekarang dapat 10 sudah luar biasa,’’ ucapnya.

Kini, Seno pun gamang setiap menerima orderan. Siapa pun bisa menularkan virus yang tak kasatmata tersebut. Apalagi, rata-rata kliennya tak ada yang dikenal lantaran hanya berkomunikasi via aplikasi. ‘”Selesai terima orderan saya rajin cuci tangan,’’ tuturnya.

Pun, di masa pandemi ini dia sering putar arah lantaran banyak jalan-jalan kecil yang ditutup. Terkadang, dia sampai harus janjian di satu titik dengan konsumen agar tak terlampau memutar jalan. ”Kalau tidak mau putar, ketemuan pada titik yang disepakati,” ungkapnya.

Kondisi sama turut dirasakan ojek konvensional. Bambang Kunto, 59, salah satunya. Tukang ojek di Terminal Purboyo itu puasa penumpang sejak sepekan terakhir. Saban hari pulang tanpa pendapatan sama sekali. Terminal sepi, pangkalan ojek pun tak beroperasi. ”Saya tetep mangkal. Barangkali ada penumpang yang butuh ojek. Modal yakin saja,” ucapnya.

Bagi Bambang, ojek merupakan pekerjaan utamanya. Sebelum pandemi, setiap hari minimal dia bisa mengantarkan 2-4 penumpang dengan jarak antar bisa sampai Dungus, Kare, Kabupaten Madiun. ‘’Sesekali saya masih terima orderan penumpang ke Ponorogo, Caruban, dan Nganjuk,’’ pungkasnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close