Magetan

Mobil-Motor Terperosok ke Kebun Tebu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Bermanuver di jalan raya butuh kehati-hatian dan kecermatan. Itulah mengapa polisi melarang pengendara atau pengemudi asal tancap gas, apalagi jika di jalan sempit. Seperti yang terjadi di Jalan Raya Takeran-Kawedanan sekitar pukul 10.00 Jumat (13/8).

Gegara kurang cermat melihat pengendara sepeda motor hendak berbelok, mobil dan sepeda motor harus terperosok ke kebun tebu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan lalu lintas (laka lantas) itu. ‘’Dua kendaraan yang terperosok sama-sama dari arah timur menuju barat,’’ kata Aiptu Suparni, anggota Satlantas Polres Magetan.

Kejadian bermula ketika Puryadi, 50, warga Taji, Karas, mengemudikan mobil Daihatsu Ayla B 1191 EOC dengan kecepatan sedang dari timur ke barat. Di depannya melaju Sutomo, 38, berboncengan dengan Veni Arliana, 36, mengendarai Honda Beat L 6832 MX. Kedua warga Surabaya yang berdomisili di Manguharjo, Kota Madiun, itu juga melaju dengan kecepatan sedang.

Selain Sutomo dan Veni yang berboncengan di atas Honda Beat, juga ada satu pengendara lain yang melaju di depan Puryadi. Tiba-tiba, pengendara tersebut mengurangi kecepatan untuk berbelok ke kanan. Lantaran jarak terlalu mepet, Puryadi tak dapat menghindar. ‘’Akhirnya banting setir ke kiri,’’ terang Suparni.

Puryadi langsung menghantam Sutomo dan Veni. Mereka terperosok ke kebun tebu di kiri jalan. Beruntung ketiganya hanya luka ringan. Lantaran lebar jalan hanya sekitar lima meter, Suparni mengimbau pengguna jalan lebih berhati-hati. ‘’Seluruh korban dirawat di Puskesmas Kawedanan. Penyebab pasti laka lantas masih dalam penyelidikan,’’ jelasnya. (mg5/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button