Magetan

Mitigasi Bencana di Magetan Masih Lemah

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Musim hujan diperkirakan turun pada November. Meski demikian, Pemkab Magetan sepertinya tidak terlalu siap menghadapi bencana hidrometeorologi. Hal tersebut terlihat dari belum adanya pemasangan early warning system (EWS) di wilayah langganan banjir dan longsor. ‘’Untuk EWS banjir, baru ada pengadaan pada tahun depan. Alat tersebut rencana akan dipasang di wilayah Jajar, tepatnya di aliran menuju Kali Ulo,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Magetan Ari Budi Santosa Senin (7/10).

Pada musim penghujan awal tahun 2019, debit air Kali Ulo sempat meluap dan merendam sawah beserta rumah warga setelah mendapat kiriman air dari Kali Madiun. Bencana tanah longsor juga sempat terjadi di wilayah Poncol, Plaosan, dan Panekan. ‘’Sempat dipasang EWS oleh masyarakat di wilayah rawan longsor. Tapi, saat ini alat tersebut sudah tidak berfungsi,’’ ungkap Ari.

Meski demikian, Ari menyatakan pemasangan alat pendeteksi bencana tidak menyelesaikan masalah. Menurutnya, mitigasi bencana dari masyarakat jauh lebih penting. Dengan begitu, bisa meminimalkan jatuhnya korban jiwa dan dampak kerusakan bencana berskala besar. ‘’Untuk (proses) pencegahan memang sudah didiskusikan dengan dinas lain untuk merekayasa struktur bangunan agar tidak terjadi longsor,’’ ujarnya.

Selain banjir dan longsor, ancaman bencana lain yang mesti diwaspadai oleh masyarakat Magetan adalah angin kencang. Untuk itu, pihaknya akan menambah jumlah gergaji mesin. ‘’Kita siapkan alatnya, bencana tidak bisa diprediksi,’’ tutur Ari. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button