Madiun

Miss Peceland Harus Mampu Ciptakan Pribadi yang Berbeda

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ajang Miss Peceland dalam Youth Fest 2019 in Peceland multiefeks. Masa karantina lepas selama tiga hari yang berakhir Rabu (27/11) membuat 10 finalisnya menjadi pribadi yang berbeda. Memperoleh ilmu yang belum tentu bisa diperoleh dalam pembelajaran di lembaga pendidikan. ‘’Kami mem-branding mereka menjadi sesuatu yang arahnya positif,’’ kata coach Miss Peceland Ragowo Ade Kurniawan.

Ade menyebut, peningkatan itu pada cara pembawaan diri. Juga berbicara dengan baik. Beberapa peserta yang awalnya malu-malu, kini menjadi lebih percaya diri. Terutama yang seusia pelajar SMP. Di luar itu, para kontestan semakin memahami fashion runaway. ‘’Mulai cara make-up hingga koreografi,’’ ujar CEO Solo Batik Carnival tersebut.

Selain mendapat pelatihan khusus, para finalis mendapat materi dari pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun. Wawasan mereka bertambah tentang budaya dan program pembangunan Kota Pendekar. ‘’Mereka harus dilibatkan dalam setiap event-nya Kota Madiun agar tetap berkesinambungan,’’ ucapnya seraya menyebut persiapan gelaran Miss Peceland sudah 75 persen.

Alyfah Rieska, salah seorang finalis yang mengaku mendapat banyak pelajaran selama karantina. Meski hanya tiga hari, peserta termuda itu memetik banyak pelajaran. Seperti cara berjalan, duduk yang benar di depan publik, dan berbicara yang baik. Dia optimistis mampu bersaing dengan siswi dari sekolah lainnya. ‘’Meski paling kecil, tapi saya pede,’’ kata pelajar SMPN 7 Kota Madiun tersebut.

Gadis 13 tahun itu ingin membanggakan sekolahnya. Juga berkontribusi untuk memajukan Kota Madiun. ‘’Senang ambil bagian di Miss Peceland karena punya teman dan kenalan baru,’’ ujarnya. (lam/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button