Laka LantasMadiun

Mira v Honda CB, Pemotor Tewas

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Jalur tengkorak Jalan Madiun-Surabaya, Desa Sugihwaras, Saradan, kembali menelan korban jiwa. Sumarsono, 39, meregang nyawa Sabtu malam (19/6). Pengendara motor warga Desa Widodaren, Gerih, Ngawi, itu mengembuskan napas terakhir setelah tabrakan dengan bus.

Peristiwa maut tersebut terjadi di kawasan hutan yang minim lampu penerangan jalan. Pun, dalam kondisi hujan lebat. ‘’Laka lantas (kecelakaan lalu lintas) terjadi ketika pengendara motor hendak mendahului R4 (kendaraan roda empat),’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Ipda Nanang Setyawan, Minggu (20/6).

Insiden bermula saat Sumarsono mengendarai Honda CB B 3050 EO dari arah timur. Di lokasi kejadian, dia berniat mendahului mobil di depannya. Nahas, manuvernya malah berujung maut. ‘’Dari arah berlawanan (barat) melaju bus Mira. Karena melewati markah tengah, tabrakan antara motor dengan bus tak terhindarkan,’’ ungkapnya.

Honda CB yang ditunggangi Sumarsono menghantam bagian depan-kanan-bawah bus Mira S 7209 US. Sumarsono pun meregang nyawa di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara sopir bus, Joko Iswanto, 51, warga Desa Bancong, Wonoasri, Kabupaten Madiun, sehat-sehat saja. ‘’Motor dan bagian bus yang tertabrak sama-sama ringsek,’’ imbuh Nanang.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Nanang mencatat sejumlah faktor penyebab laka lantas maut tersebut. Pengendara motor diduga kurang hati-hati saat mendahului. Nanang menyebut bahwa TKP merupakan ruas jalan dengan markah tengah tersambung alias tidak putus-putus.

Faktor penyebab lainnya, kondisi saat itu hujan lebat. Pun, lampu penerangan jalan di lokasi kejadian minim. TKP semakin gelap lantaran ruas jalan di tengah hutan. ‘’Dua kendaraan yang terlibat kami amankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button