Madiun

Minta Foto Vulgar, lalu Ancam Disebar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ini bisa jadi pembelajaran bagi kaum perempuan agar tidak gampang percaya dengan lelaki yang baru dikenal. Apalagi, kenal lewat media sosial (medsos). Keluarga FD, 16, warga Jalan Wuni, Kelurahan Kejuron, Taman, menjadi sasaran pemerasan Ikh, 24.

Ikh dan FD berkenalan lewat Facebook. Dari perkenalan itu, keduanya semakin akrab hingga akhirnya FD manut saja saat Ikh memintanya mengirim foto dan video vulgar.

Singkat cerita, pada Januari lalu WL, ibu FD, mendapat pesan WhatsApp dari Ikh yang mengaku teman FD. Sejak itu, hampir saban hari pelaku mengirim chat, namun WL tak pernah membalasnya. Merasa terganggu, akhirnya WL memblokir nomor kontak Ikh.

Dua bulan berselang, tepatnya 31 Maret lalu, Ikh kembali mengirim pesan sekaligus foto FD tanpa busana meski disensor menggunakan emoticon. ‘’Lalu, oleh WL dibalas maunya apa? Dan, mulailah pelaku mengancam akan menyebarluaskan foto tak senonoh itu ke medsos,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Fatah Meilana, Sabtu (8/5).

Fatah melanjutkan, Ikh yang tercatat sebagai warga Desa Betet, Kasiman, Bojonegoro, itu meminta uang sebesar Rp 3 juta jika ingin foto FD tidak disebarluaskan. Enggan menanggung malu, AS, suami WL, bergegas mentransfer uang senilai Rp 1,8 juta.

Alih-alih berhenti berulah, Ikh justru semakin nekat. Pelaku mengajak WL check in di hotel untuk melakukan hubungan suami istri. ”Tidak terima, suami WL akhirnya melaporkan ke Polres Madiun Kota dan menuntut perbuatan pelaku diproses hukum,” ungkap Fatah.

Pada 1 Mei lalu sekitar pukul 19.30 petugas Satreskrim Polres Madiun Kota berhasil meringkus Ikh di Jalan Panglima Sudirman Kota Madiun. ”Saat ini pelaku ditahan di mapolres,’’ ujar Fatah sembari menyebut Ikh bakal dikenai pasal tindak pidana pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun. (mg2/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button