Magetan

Minimalisasi Jatuhnya Korban di Jalur Pendakian, Frekuensi Penyisiran Ditingkatkan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Frekuensi penyisiran jalur pendakian ditingkatkan. Pasca-insiden tewasnya pendaki remaja di jurang Geger Boyo Senin lalu (6/7).

Ketua Paguyuban Giri Lawu (PGL) Miko Wicaksono mengatakan, langkah itu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di jalur pendakian. Meskipun setiap harinya selalu ada relawan maupun petugas dari Perhutani melakukan penyisiran dan pemantauan. ‘’Kami juga mengintensifkan koordinasi dengan AGL (Anak Gunung Lawu, Red) dari Jateng,’’ ungkapnya.

Miko tak menampik animo pendaki mulai meningkat sejak Gunung Lawu dibuka kembali. Tak kurang dari 200 pendaki yang muncak di akhir pekan kemarin. Meski jumlahnya tak signifikan karena dibatasi, tetaplah perlu pemantauan. ‘’Di sepanjang jalur pendakian memang ada beberapa jurang yang membahayakan,’’ sebutnya.

Berkaca dari peristiwa tewasnya Andi Sulistyawan, Miko meminta pendaki lebih berhati-hati. Setiap aturan pendakian tak boleh diabaikan. Baik bagi pemula maupun yang sudah berpengalaman. ‘’Di masa pandemi ini, kami rutin memberikan briefing dan cek perbekalan dari setiap rombongan pendaki,’’ ungkapnya. (fat/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close