Pacitan

Minim PJU, JLS Gelap Gulita

PACITAN – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di Pacitan minim. Sepanjang jalan lingkar selatan (JLS), Pacitan-Solo, dan Pacitan-Ponorogo, sebagian besar gelap gulita kala malam. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan tidak nyaman. ‘’Kalau siang berani, kalau malam tidak berani lewat. Ngeri. Gelap dan sepi,’’ kata Titik Sulastri, salah seorang pengguna jalan, kemarin (17/2).

Saat berkendara pada malam hari dia acap kelabakan karena kendaraan lain yang tidak terlihat. Jarak pandang pun terbatas. Apalagi saat turun hujan. Kondisinya semakin parah. Tidak jarang terdapat material longsor berupa tanah dan bebatuan yang tidak terlihat di jalan. ‘’Yang paling ditakutkan kalau ada tindak kejahatan,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pacitan Wasi Prayitno menyebut jumlah lampu PJU di Pacitan masih kurang. Meski saat ini jumlahnya sekitar 4.488 unit. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, setiap tahun ditambah. Hanya, penambahan tidak dilakukan besar-besaran. Menyesuaikan skala prioritas. ‘’Karena anggaran yang tersedia juga terbatas,’’ tuturnya.

Wasi pun mengungkapkan, setiap tahun Pemkab Pacitan menganggarkan sekitar Rp 6 miliar. Atau sekitar Rp 500 juta per bulan. Itu untuk pembayaran tagihan listrik PJU. Sementara untuk pajak mencapai Rp 1,05 miliar. ‘’Untuk pemeliharaan Rp 392 juta lebih,’’ sebutnya.

Untuk menekan pengeluaran, pihaknya menerapkan meterisasi di setiap titik PJU. Sehingga, pembayaran menyesuaikan penggunaan. Sedangkan sebelumnya tagihan per bulan dipukul rata. Baik dipakai atau tidak. Selain itu, pihaknya mulai menggunakan lampu light emitting diode (LED) yang hemat energi. ‘’Sejumlah jalan protokol sudah mulai diganti LED,’’ tambahnya.

Upaya penambahan lampu PJU dilakukan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Sayangnya, banyak lampu PJU diduga dirusak oknum tidak bertanggung jawab. Untuk itu, Wasi minta warga berperan aktif merawat dan menjaga lampu PJU. Pun minta warga tidak menyambungan aliran listrik dari PJU. ‘’Ini merugikan pemerintah. Karena meningkatkan tagihan listrik,’’ tegasnya. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close