Pacitan

Minim Cemara Udang Penghalau Gelombang Tsunami di Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kesiapan pemkab menghalau ancaman potensi tsunami di Pacitan belum sepenuhnya maksimal. Sebab, tak setiap pesisir yang berbatasan langsung dengan Pantai Selatan itu ditumbuhi tanaman penahan gelombang (green belt). Parahnya, sebagian rusak dijamah tangan manusia. Bahkan, dipetik untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai pakan ternak hingga dijadikan kayu bakar.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pacitan Bambang Marhaendrawan membenarkan bahwa kuantitas dan kualitas sabuk hijau jauh dari harapan. Merujuk kajian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) beberapa waktu lalu, Kota Tepi Samudra ini idealnya memiliki lapis green belt yang membentang di sepanjang garis pantai. Namun, mayoritasnya baru memiliki satu lapis. ‘’Sabuk kedua dan ketiga, kita manfaatkan dari tanaman milik warga yang layak dijadikan sabuk hijau,’’ katanya, Selasa (29/6).

Mitigasi sejatinya telah dilakukan sejak 2005. Cemara udang, pandan, dan bakau ditanam di beberapa titik mulai ujung barat hingga timur. Sayangnya, varian tanaman penahan gelombang itu baru tumbuh di area permukiman. Sisanya butuh penambahan dan perawatan. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button