Magetan

Minat Jadi Migran Turun

MAGETAN, Radar Magetan – Jumlah pekerja migran asal Magetan terus merosot dua tahun terakhir. Hal itu tak lepas dari pemberlakuan moratorium migran ke negara-negara timur tengah. Sepanjang tahun ini tercatat baru 1.255 warga yang terdaftar resmi menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). ‘’Tahun lalu ada 1.496 orang,’’ kata Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Magetan Hermawan Selasa (19/11).

Kendati demikian, pihaknya tidak mengetahui persis apa pemicu penurunan itu. Sebab, terdapat banyak faktor yang memengaruhi. Seperti terbukanya peluang kerja di daerah. ‘’Keberadaan pabrik industri di Barat dan Sukomoro bisa dikatakan sebagai salah satu pemicunya,’’ ujar Hermawan.

Di sisi lain, makin berkembangnya sektor UMKM dan pariwisata lokal juga dapat dijadikan faktor. Apalagi, saat ini beberapa desa sudah mampu menggali potensi ekonomi baru untuk memberdayakan masyarakatnya. ‘’Tapi, kami belum melakukan survei secara terperinci,’’ tuturnya.

Selama ini, wilayah penyumbang pekerja migran terbanyak adalah Parang dan Lembeyan. Dengan negara tujuan Hongkong dan Taiwan. ‘’Kalau ditanya menurunnya jumlah TKI ini bagus atau tidak, kami tidak bisa menjawabnya,’’ ucap Hermawan.

Dia mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan pembinaan dan pelatihan kepada eks TKI. Mereka diajarkan berwirausaha. Pun sebagian dikirim ke balai latihan kerja (BLK) di Bandung untuk dibina. Selain itu, beberapa lulusan SMA/SMK difasilitasi kerja di Batam. ‘’Kami memfasilitasi mereka yang ingin bekerja untuk mengurangi pengangguran. Di luar negeri maupun di dalam negeri,’’ terangnya. (bel/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button