features

Mi Ayam di Warung Ari Yudiawan Pakai Wadah Wajan

Warung mi ayam milik Ari Yudiawan ini terbilang antimainstream. Bagaimana tidak, penyajiannya tidak menggunakan mangkuk, melainkan wajan. Keunikan itu pula yang membuat warga penasaran untuk mencobanya.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

DARI luar, warung mi ayam milik Ari Yudiawan itu tidak jauh berbeda dengan warung-warung lain yang menjual menu serupa. Bangunannya pun tampak sederhana. Terdapat deretan meja untuk pengunjung. Bedanya, lokasinya di teras depan rumah. ‘’Ini rumah mertua,’’ kata Ari.

Perbedaan paling mencolok adalah cara penyajian. Mi yang sudah siap santap disajikan langsung di wajan berdiameter sekitar 15 sentimeter. Bukan menggunakan mangkuk atau piring. Di bawah wajan terdapat tatakan berbahan kayu dilengkapi lembaran aluminium melingkar agar wajan tidak mudah goyang.

”Proses memasaknya sama seperti mi ayam pada umumnya. Begitu matang, mi dimasukkan wajan dan disandingkan dengan topping sesuai permintaan pembeli. Ada sayap, kepala, telur puyuh, dan ceker. Banyak juga yang beli mi saja, tanpa topping,” ujarnya.

Warung mi ayam milik Ari baru buka lima hari lalu. Kendati demikian, faktor rasa dan keunikan cara penyajian membuat sudah ramai dikunjungi warga. ”Ingin yang beda saja,’’ tuturnya. ‘’Minya buat sendiri,” imbuh warga Jalan Ki Ageng Surodipoyono, Kanigoro, Kartoharjo, itu.

Ari biasa membuat mi pada malam hari usai tutup warung. Tak jarang pula dini hari menjelang subuh sehingga mi dalam kondisi fresh. ‘’Sehari rata-rata terjual 50 porsi, menghabiskan 5 kilogram mi,’’ sebut suami Morin Eko Widyawati tersebut.

Warga mengenal warung mi ayam Ari kebanyakan setelah mendengar dari mulut ke mulut. Sebagian lagi mengetahui dari media sosial. ‘’Namanya juga jualan, pendapatan tidak tentu. Paling ramai sore dan malam kalau tidak hujan,” ujarnya. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button