Magetan

Mesin PCR Masih Nganggur

Butuh Rp 2,5 Miliar untuk Operasional

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Mesin uji polymerase chain reaction (PCR) bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) nganggur. Hingga kini RSUD dr Sayidiman Magetan belum bisa mengoperasikan. Alasannya, sarana dan prasarana penunjangnya belum siap. ‘’September ini belum bisa,’’ kata Direktur RSUD dr Sayidiman Magetan Catur Widayat Selasa (22/9).

Menurut dia, untuk mengoperasikan butuh persyaratan standar ketat. Ruang penerimaan dan penyimpanan sampel; pemeriksaan spesimen; penanganan limbah infeksius yang dilengkapi autoclave, locker reagen, dan sebagainya, wajib tersedia. ‘’Sekarang kami sedang kerjakan gedung dan ruangannya,’’ ujar Catur.

Tenaga operasional juga tengah disiapkan. Tiga personel bagian laboratorium telah menjalani pelatihan. Namun, belum cukup. Idealnya delapan analis. ‘’Tiap satu sif empat orang. Ditambah satu lagi tenaga admin,’’ sebutnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan bakal menyiapkan kekurangan tenaga kesehatan (nakes) itu. Bisa juga melalui rekrutmen rumah sakit. Sedangkan, persiapan lainnya adalah pemesanan peralatan. ‘’Kami dibantu kejaksaan, inspektorat, dan lainnya untuk menentukan beli A, B, C, D, dan lainnya. Yang pantas mana,’’ tuturnya.

Untuk mengoperasikan mesin PCR dibutuhkan sekitar 2,5 miliar. Anggarannya dipenuhi bantuan tidak tetap (BTT) dari pemerintah daerah. Pihaknya tak ingin sarana dan prasarana serta tenaga operasional di rumah sakitnya ala kadarnya. Sebab, tidak ingin berisiko kepada tenaga kesehatan. Sehingga, harus sesuai standar. ‘’Kami prioritaskan nakes kami juga safety, karena nantinya jadi ruang pemeriksaan virus,’’ tegasnya. (odi/c1/sat)

Sepekan, Dua Pasien Meninggal  

MESIN uji PCR belum juga dioperasikan. Sementara kasus Covid-19 di Magetan terus meningkat. Bahkan, dalam sepekan terakhir, pasien meninggal dunia tambah dua. KN, 65, warga Kecamatan Kawedanan, meninggal Jumat lalu (18/9). ‘’Sebelumnya suspect. Hasil uji swab keluar 21 September menyatakan terkonfirmasi,’’ kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Magetan Saif Muchlissun Selasa (22/9).

Korban lainnya, Kmd, 56, warga Kecamatan Panekan, yang meninggal Minggu (20/9) usai menjalani perawatan di RSUD dr Soedono Madiun. Berdasarkan update Senin malam (21/9), juga terdapat tambahan 12 pasien terkonfirmasi Covid-19. Sehingga, total kasus positif di Magetan 336 orang. ‘’Sedangkan yang sembuh sembilan orang,’’ ujarnya.

Untuk itu, Muchlis minta masyarakat Magetan menerapkan protokol kesehatan ketat. Mulai mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, hingga mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. ‘’Tetap budayakan perilaku hidup bersih dan sehat,’’ tegasnya. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close