Madiun

Mereka yang Bersinar di YouthFest 2019 in Peceland (6)

Pulang Sekolah Latihan hingga Jelang Magrib

Meski baru kali pertama menunggangi mountain bike (MTB) di ajang kejuaraan, Naufal Farhan Nugie Murtadho sukses menyabet gelar terbaik MTB Challenge rangkaian YouthFest 2019 in Peceland. Apa rahasianya?

=====================================

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

BEGITU bendera start dikibarkan, Naufal Farhan Nugie Murtadho langsung melesat dengan sepeda MTB-nya. Meski terbiasa mengendarai sepeda jenis road bike, wakil SMPN 13 Kota Madiun itu tidak terlihat canggung. Sebaliknya, terus memacu tunggangannya dengan lincah.

Memasuki tiga lap terakhir, Naufal menunjukkan kelasnya. Remaja itu berakselerasi menaklukkan lintasan sepanjang 300 meter di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun dengan sistem criterium result.

Dia berhasil menyentuh garis finis pertama. Menyusul di belakangnya, Danilo Amika (SMPN 8 Kota Madiun) dan Asyam Sakhi (SMPN 2 Kota Madiun). ‘’Baru kali pertama turun dalam kejuaraan (dengan sepeda BMX), alhamdulillah juara,’’ ucap Naufal.

Ya, sejak kelas VI SD remaja kelahiran 2005 itu akrab dengan road bike. Namun, turun di nomor MTB justru menjadi sesuatu yang menantang. Karena itu, dia rajin berlatih. Tiap pulang sekolah hingga menjelang magrib Naufal menggeber sepeda MTB-nya di lintasan yang akan digunakan untuk lomba. Tiap kali latihan, catatan waktunya semakin membaik. ‘’Latihan intens dua mingguan,’’ ujarnya.

Kerja kerasnya berbuah manis. Sulung dua bersaudara pasangan Sugiyono-Nunung Purbanowati itu berhasil menyabet gelar juara I MTB Challenge dalam rangkaian YouthFest 2019 in Peceland.

Naufal mengenal dunia cycling bermula saat ayahnya membelikan sepeda fixie saat masih duduk di bangku kelas VI SD. Enam bulan berselang dia menjajal road bike seperti yang terlebih dulu ditekuni sang ayah. Sejak itu pula Naufal sering mengikuti ayahnya saat bersepeda ke luar kota. Tidak terhitung berapa ratus kilometer jarak yang telah dijelajahi. ’’Latihan di ISSI juga,’’ imbuhnya.

Agustus tahun lalu, misalnya, dia gowes menempuh jarak 167 kilometer dari Kota Madiun ke Batu. Sedangkan September giliran mancal sepeda ke Surabaya hingga ke Bangkalan, Madura. Sementara, akhir bulan lalu tour ke Jogjakarta.

Dari situlah Naufal mendapat pelajaran berharga menjadi cylist profesional. Mulai me-manage energi hingga menjaga fisik dan pernapasan. ‘’Yang paling penting latihan rutin,’’ kata peraih podium dua Ngebel Ride 2019 kategori under 35 lokal itu.

Ketua Harian II ISSI Kota Madiun Bambang Wisono menjelaskan bahwa perlombaan itu menggunakan sistem criterium. Peserta lomba melintasi track dengan masing-masing kesulitan di setiap tikungan. Dilakukan beberapa kali putaran sesuai ketentuan dewan juri. ‘’15 kali putaran dengan jarak tempuh masing-masing putaran 300 meter,’’ bebernya.

Dia menambahkan, ajang itu sekaligus menjadi wadah menjaring potensi cyclist lokal. Selanjutnya bakal dibina hingga menjadi atlet profesional. ‘’Selama ini kami masih buta potensi. Dengan perlombaan ini kami bisa melacak atlet berbakat yang bisa berprestasi hingga level nasional, bahkan internasional,’’ ucapnya. *** (isd/c1/bersambung)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close