Ponorogo

Merebak Korona, Tembus 823 ODR dan 55 ODP di Ponorogo

Tekan Lonjakan, Perketat Jalur Perbatasan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Data virus Covid-19 di Bumi Reyog terus berkembang secara masif. Kendati belum ada yang positif, satuan tugas (satgas) pencegahan korona merasa perlu memperketat jalur perbatasan guna membendung lonjakan penderita susulan. ‘’Masyarakat harus mulai menyadari betapa besarnya risiko jika tidak kooperatif dengan berdiam di rumah,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg Rahayu Kusdarini Senin (23/3).

Data yang dihimpun dinkes kemarin, orang dengan risiko (ODR) Covid-19 sudah tembus 823 orang. Kini, seseorang yang dinyatakan ODR bukan hanya yang berasal dari negara-negara terjangkit. Mereka yang dari zona merah seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo, dan Magetan turut dinyatakan ODR. Disebut zona merah lantaran sudah ditemukan kasus positif korona. ‘’Karena itu, angkanya melonjak tinggi,’’ ujar pejabat yang akrab disapa Irin itu.

Sementara, angka orang sakit dalam pemantauan (ODP) berjumlah 55 orang. Pun, ada enam orang yang kini berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Namun, dari keenamnya, hanya satu yang kini masih dirawat di ruang isolasi RSUD dr Harjono. Kelima lainnya menjalani rawat jalan lantaran kondisinya sudah membaik. Seluruh data diperbarui terhitung pukul 10.00 kemarin. ‘’Walaupun membaik, tetap dinyatakan berstatus PDP. Hanya mereka rawat jalan, tidak inap,’’ terang Irin.

Saat ini seluruh jalur perbatasan mulai dijaga secara bertahap. Kini, sudah ada enam jalur perbatasan yang dijaga oleh anggota satgas. Meliputi perbatasan Ponorogo-Madiun, dua perbatasan Ponorogo-Magetan, Ponorogo-Wonogiri, Ponorogo-Trenggalek, serta Ponorogo-Pacitan. ‘’Sekarang sudah mulai dijaga selama 24 jam,’’ bebernya.

Siapa pun yang hendak memasuki wilayah Bumi Reyog lewat enam jalur itu akan diperiksa kesehatannya. Cara pertama dengan mengukur suhu tubuh. Jika di bawah 38 derajat, diperbolehkan masuk. Jika melebihi 38 derajat dan bukan warga Ponorogo, dilarang masuk. Lantaran keterbatasan personel, satgas kini mulai melibatkan relawan untuk membantu berjaga di pos-pos perbatasan. ‘’Meski nonmedis, tapi akan mendapat pengarahan dan pembekalan alat pelindung diri (APD),’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close