Madiun

Merawat Kenangan Madiun Putra FC lewat Koleksi Jersey

MPJC punya cara tersendiri mengobati kerinduan pada Madiun Putra Football Club (MPFC) kesayangannya yang vakum. Mereka merawat kenangan melalui koleksi jersey para pemain tim pujaannya tersebut.

=====================

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

PULUHAN jersey MPFC tertata rapi di Gelanggang Olahraga (GOR) Wilis. Sekitar 70 kostum yang ditata dengan cara digantung menggunakan hanger itu terdiri berbagai warna. Namun, mayoritas berwarna dasar biru. Kostum yang dipajang tersebut didominasi produk Kelme, apparel asal Spanyol.

Dari puluhan jersey tersebut, ada satu yang tampak mencolok. Yakni, kostum berwarna dasar biru dengan corak detail mesin kereta api. Jersey yang diluncurkan Wayank Apparel Bandung itu merupakan seragam kebanggaan MPFC pada 2017-2018 lalu.

Sementara, di depan deretan jersey terlihat deretan piala buah kerja keras para pemain MPFC. ‘’Komunitas ini baru berdiri. Tidak ada ketua dan anggota,’’ kata Ilham Ardhi Nugroho, perwakilan Komunitas Madiun Putra Jersey Collector (MPJC).

Komunitas yang berdiri pada 2018 lalu itu fokus mengoleksi jersey MPFC. Hingga saat ini member perkumpulan tersebut hanya tiga orang. Selain Ilham, ada Andrian Rori dan Antony Risky Carlino. ‘’Latar belakangnya sangat sederhana,’’ ujarnya.

MPJC didirikan untuk merawat kenangan bahwa MPFC merupakan bagian dari sejarah persepakbolaan Kota Madiun. Pun, pernah mengharumkan nama daerah setempat di kancah kompetisi Divisi Utama dan Liga II Nasional.

Meski saat ini MPFC vakum, mereka bertiga tidak berhenti mencintai klub kesayangannya. Justru melalui koleksi jersey, ketiganya ingin merawat sejarah yang pernah diukir para pemain tim tersebut. ‘’Memang hanya bertiga, tapi kami komitmen terus mengenang kejayaan MPFC,’’ ungkap pria kelahiran 1987 itu.

Hingga kini, Ilham cs telah mengumpulkan sedikitnya 70 jersey MPFC. Terdiri tiga jenis. Pertama, jersey original replika yang memiliki kualitas di bawah dari yang dikenakan pemain. Jenis jersey itu dengan mudah didapat di toko sport maupun online shop. Harganya mulai Rp 150 ribu.

Jenis kedua adalah jersey original player issue yang memiliki kualitas setara dengan yang dikenakan pemain. Selain bahan dan kualitas jahitan yang baik, jenis ini dibanderol dengan harga lebih tinggi. Paling murah Rp 250 ribu.

Sementara, jenis ketiga adalah jersey match want yang merupakan jenis paling langka. Sebab, hanya didapatkan dari pemain langsung. Biasanya jersey ini diperoleh saat pemain bersama timnya berhasil memenangi pertandingan. ‘’Atau meraih juara saat liga maupun turnamen,’’ imbuhnya.

Ilham sempat mendapatkan jersey dengan membeli dari pemainnya langsung yang kebetulan sedang kesulitan ekonomi. ‘’Tapi, itu saya anggap bantuan dari fans kepada pemain pujaan,’’ tutur warga Jalan Candisari, Kelurahan Patihan, Manguharjo, Kota Madiun, itu.

Lain dengan Andrian. Dia mendapatkan jersey dengan cuma-cuma dari teman dekatnya yang kebetulan pemain MPFC. Sedangkan Antony mendapatkan kostum lewat ’’barter’’ dengan gambar karikatur wajah pemain pujaannya. ‘’Jersey yang merupakan pemberian langsung pemain tidak dapat dinilai dengan uang. ‘’Karena langsung diberikan dari pemain. Paling berharga,’’ ucapnya.

Sekadar diketahui, MPFC menggandeng Kelme pada musim kompetisi 2015 hingga 2017. Selanjutnya kerja sama beralih ke Wayank Apparel Bandung pada 2017-2018. Ada perbedaan corak dari kedua apparel tersebut. Wayank lebih menonjolkan lokalitas. Itu dapat dilihat dari corak detail mesin kereta api buatan INKA yang dilekatkan dalam jersey keluarannya. Sementara, Skeme cenderung lebih soft dan tidak terlalu menonjolkan corak. ‘’Sama warna dasarnya, tetap biru, yang merupakan lambang kebesaran MPFC,’’ ujarnya.

Kini Ilham cs tengah memburu jersey keluaran 1986 saat MPFC kali pertama berdiri dengan nama Persatuan Sepak Bola Madiun Putra (PSMP). Meski belum menemukan jejak jersey bersejarah itu, mereka tidak menyerah. Setidaknya, Ilham cs telah menemukan foto berisi para pemain PSMP sesaat sebelum bertanding. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button