Madiun

Merasa Dirugikan, Tiga THM Tuntut Bupati Ganti Rugi Rp 15 Miliar

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Tiga THM terazia memeja hijaukan Bupati Madiun Ahmad Dawami dengan alasan dirugikan atas kebijakan pembekuan operasional. MoM, In Joy, dan Tirta Alam, meminta orang nomor satu di lingkup pemkab itu mengganti kerugian hingga Rp 15 miliar. ‘’Jumlah itu hitungan dari kerugian materil dan imateril,’’ kata Wawan Sugiarto, kuasa hukum tiga THM Selasa (7/1).

Wawan menyebut, kerugian materil trio THM berbeda satu sama lain. Buntung MoM Rp 34,8 juta, In Joy Rp 1,6 juta, dan Tirta Alam Rp 1,4 juta. Angka tersebut kalkulasi pemasukan kala aktivitas melayani tamu diminta tutup pasca razia malam natal lalu –24 Desember malam dan 25 Desember dini hari. ‘’Ketika dirazia kan ada beberapa room yang terpakai. Sudah masuk billing, tapi tamu tidak mau membayar karena ada razia,’’ ujarnya.

Rugi jutaan tersebut dari billing tagihan karaoke, belum termasuk jasa penggunaan pemandu lagu (PL). Sebab, ada persentase tersendiri yang masuk ke manajemen. Pada malam operasi itu, tarif seorang lady escort Rp 150 ribu per jam. Kerugian itu tidak dicantumkan karena tidak tercatat pada infois tagihan. Uang yang lost termasuk dari penjualan makanan dan minuman. Berapa kerugian dari penjualan minuman beralkohol (minol)? ‘’Makanan dan minuman, iya. Tapi, kalau minol tidak menjual,’’ elaknya.

Wawan menjelaskan, kerugian imateril adalah pencemaran nama baik perusahaan atas pemberitaan berbagai media massa. Bila dirupiahkan mencapai belasan miliaran. Hitungannya berdasar jumlah penonton di akun media sosial (medsos) media massa terkait. Totalnya 14.911 penonton dari tujuh media. Satu penonton dihitung menyumbang kerugian Rp 1 juta. Namun, manajemen bermurah hati menggugat Rp 5 miliar. ‘’Meski kalau ditotal kerugian imateril Rp 44,7 miliar,’’ pungkasnya. (den/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button