Nganu

Merasa Diperlakukan seperti Pembantu, Pilih Cerai

Jawa Pos Radar Madiun – Sikap romantis dan perhatian Gethuk, 26, kepada Cenil, 26, ternyata hanya berlaku saat keduanya berstatus pacar dan awal-awal menikah. Semula sang suami terkesan enggan merepotkan Cenil. Urusan kopi pagi, misalnya, Gethuk memilih bikin sendiri. Sang suami juga ringan tangan menyapu, mengepel, dan pekerjaan bersih-bersih lainnya.

Mengetahui hal itu, Cenil senang bukan kepalang. Maklum, perempuan tersebut selama masih tinggal bersama orang tuanya jarang membantu pekerjaan rumah. Kesehariannya lebih banyak dihabiskan dengan melakukan kesenangan untuk diri sendiri.

Namun, entah mengapa belakangan Gethuk tak lagi rajin melakukan pekerjaan rumah seperti biasanya. Melainkan menyuruh Cenil yang mengerjakannya. Pun, sang suami tidak lagi romantis dan perhatian.

Awalnya Cenil menuruti lantaran takut kena marah Gethuk. Namun setelah jalan sepekan, Cenil mulai tak tahan. Sebab, merasa diperlakukan seperti pembantu rumah tangga (PRT), bukan istri. Puncaknya, saat sang suami menanyakan jatah kopi, Cenil tak menggubrisnya.

Gethuk pun mencak-mencak hingga akhirnya minggat dari rumah. Mengetahui hal itu Cenil tak peduli. Bahkan, minta diceraikan. Sang suami tanpa pikir panjang langsung mengiyakan dan bergegas mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama.

Namun, setelah proses mediasi dan beberapa kali sidang, Cenil mengaku menyesal dan meminta Gethuk mencabut gugatannya. Pasangan itu akhirnya kembali rujuk. ‘’Saya masih cinta,’’ ujar Cenil. (irs/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button