Pacitan

Merasa “Dianaktirikan”, Warga Geruduk Bupati Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Program pembangunan di Pacitan sepertinya belum berjalan merata. Hal itu diketahui dari aksi sejumlah warga yang tergabung dalam aliansi masyarakat Tulakan (AMT) mendatangi bupati Indartato pada Rabu lalu (3/2).

Mereka merasa dianaktirikan dalam pelaksanaan program daerah. Mulai dari pembangunan infrastruktur maupun pengalokasian kebutuhan pupuk bersubsidi. ‘’Tulakan kecamatan terluas. Jumlah penduduk paling banyak, tapi ketinggalan dengan kecamatan lain,’’ kata Handaya Aji, perwakilan AMT.

Infrastruktur jalan, misalnya, menurut Handaya, nyaris tak ada jalan kabupaten kategori bagus. Mayoritas kerusakan di atas 50 persen. Sehingga tidak nyaman dilintasi. Imbasnya, roda ekonomi tersendat dan penduduk miskin meningkat. ‘’Ada yang punya usaha ternak ayam tapi kesulitan mendapatkan pakan. Karena truk besar tidak bisa mengirim,’’ jelas anggota DPRD Pacitan itu.

Dia mengungkapkan, 2019 lalu Tulakan hanya mendapat plafon anggaran Rp 6 miliar. Berada di urutan ketujuh pembagian anggaran pembangunan. Padahal, kecamatan lain seperti Arjosari dapat tiga hingga lima kali lipat lebih banyak. ‘’Arjosari dapat Rp 21 miliar. Tentu ini tidak adil dan merugikan kami,’’ sesal Handaya. (gen/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close