Madiun

Merananya Monumen Kresek, Selama Tutup Tak Dirawat

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Merawat lebih sulit ketimbang membangun. Ungkapan tersebut layak untuk menggambarkan kondisi objek wisata di Kabupaten Madiun yang merana terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya, Monumen Keganasan PKI alias Monumen Kresek di Desa Kresek, Wungu. ‘’Prihatin, tak terawat,’’ kata Suminah, seorang warga setempat, Selasa (14/9).

Kondisi mengenaskan tampak di bagian taman Monumen Kresek. Rumput liar maupun semak belukar tumbuh subur. Daun gugur berserakan menambah kesan kumuh. Suminah mengungkapkan, tak adanya perawatan dan pembersihan berlangsung sejak ditutup. Mulai diterapkannya PPKM darurat sejak Juli hingga PPKM level September ini. ‘’Kotor, terutama bagian taman. Sebaiknya ada yang ngurus agar bersih dan terawat,’’ ujarnya.

Fakta tersebut tidak ditampik dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora) setempat. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu rupanya sedang ngirit tenaga. Menerjunkan petugas kebersihan di saat objek wisata ditutup untuk pengunjung. ‘’Kan wisata masih ditutup. Jadi, tidak jadi masalah kalau seperti itu,’’ dalih Kepala Disparpora Kabupaten Madiun Anang Sulistijono. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button