News

Menurutmu Mengapa Kita Harus Melaksanakan 3m

×

Menurutmu Mengapa Kita Harus Melaksanakan 3m

Share this article

Menurutmu Mengapa Kita Harus Melaksanakan 3m – Virus corona telah menyebar ke lebih dari 188 negara dan menyebabkan perubahan besar dalam cara hidup dan masyarakat kita.

Menurut data Johns Hopkins University, pada Jumat (20/07) terdapat sekitar 14,5 juta kasus di seluruh dunia dan lebih dari 600.000 kematian.

Menurutmu Mengapa Kita Harus Melaksanakan 3m

Jika Anda menyentuh area di mana virus telah jatuh dengan tangan Anda dan menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda, Anda dapat tertular atau terinfeksi.

Utamakan Kebutuhan, Tunda Keinginan Di Masa Pandemi Covid 19 .:: Sikapi ::

Di situs webnya, WHO mengatakan masker harus digunakan “sebagai bagian dari strategi komprehensif untuk menghentikan penularan dan menyelamatkan nyawa”.

“Menggunakan masker saja tidak cukup melindungi dari Covid-19. Anda harus menjaga jarak setidaknya satu meter dari orang lain, sering mencuci tangan dan menghindari menyentuh wajah dan masker.”

Katakan padaku, bisakah topengnya dilepas? Para ahli mengatakan tidak demikian, karena virus corona menyebar melalui udara melalui penyebaran air liur saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin dan saat orang berbicara.

Batuk yang berlangsung lebih dari satu jam, atau batuk 3 kali atau lebih dalam 24 jam—terutama jika batuknya lebih parah dari biasanya.

Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Cegah Covid 19

Dibutuhkan sekitar lima hari untuk gejala muncul, kata para ilmuwan. Namun, pada beberapa orang, gejalanya bisa bertahan lebih lama.

Banyak orang melaporkan di media sosial bahwa mereka kehilangan indra penciuman dan perasa. Banyak dari mereka yang melaporkannya dinyatakan positif terkena virus corona.

Proporsi populasi yang meninggal akibat penyakit ini rendah (antara 1% dan 2%) – tetapi perkiraan ini tidak terlalu dapat diandalkan.

Orang dewasa yang lebih tua dan orang dengan kondisi medis (seperti asma, diabetes, tekanan darah tinggi) lebih mungkin menderita.

Bpkad Prov. Jateng

Perawatan tergantung pada menjaga tubuh pasien tetap berjalan, termasuk ventilasi buatan, hingga sistem kekebalan tubuh mampu melawan virus.

Butuh 67 hari untuk 100.000 kasus pertama yang dilaporkan, 11 hari untuk 100.000 kasus berikutnya, dan hanya 4 hari untuk 100.000 kasus berikutnya. Sudah hampir 7 bulan kita hidup dan beraktivitas di tengah wabah Covid-19. Berbagai langkah telah dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia, termasuk kampanye 3M. Kampanye 3M merupakan salah satu upaya berkelanjutan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Apa sebenarnya acara 3M itu?

, masker dapat mengurangi penyebaran Covid-19 hingga 70%. Namun, kamu harus selalu ingat bahwa masker yang kamu gunakan adalah masker yang memenuhi standar kebersihan WHO atau SNI!

Baca Juga  Menyimpulkan Isi Pantun

Mencuci tangan dapat mengurangi penyebaran Covid-19 hingga 35%. Namun, cuci tangan yang dimaksud di sini bukan hanya membasahi tangan dengan air bersih, melainkan dari telapak tangan hingga sela-sela jari dengan sabun, dan menggosok tangan dengan sabun selama 20 -30 detik. Cuci tangan saat keluar rumah, saat makan, atau setelah menyentuh sesuatu yang telah disentuh banyak orang agar tangan tetap bersih dan higienis.

Mari Menggunakan Masker Saat Keluar Rumah

Menjaga jarak berarti menjaga jarak minimal 1 meter dari orang dimanapun kita berada. Selain itu, hindari keramaian dan jangan keluar rumah kecuali mendesak. Jika kita menjaga jarak, kita dapat menekan tingkat pencegahan Covid-19 hingga 85%. Jakarta, 30 Januari 2021 – Data Satuan Tugas COVID-19 (Gugus Tugas Covid-19) menunjukkan bahwa risiko penularan COVID-19-19 tanpa pengobatan bisa mencapai 100%, benar-benar 3M. Dengan mencuci tangan risiko infeksi berkurang hingga 35%, jika dikombinasikan dengan pemakaian masker risikonya berkurang hingga 45%, dengan masker bedah risikonya berkurang hingga 70%, dan penambahan jarak 1 meter dapat mengurangi risiko infeksi. risiko infeksi hingga 85%. Keberhasilan ini merupakan inti dari protokol kesehatan 3M yang memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sosial menjadi kebutuhan pokok di seluruh komunitas. Pemerintah terus mendorong mereka untuk mengikuti 3M, karena masyarakat juga berperan penting dalam upaya menekan penyebaran COVID-19.

Dr. memiliki arti. Dokter relawan dan penyuluh kesehatan tentang COVID-19 Muhammad Fajri Adda’I, “Kita harus terus bekerja sama dengan pemerintah dalam tugas 3Ts (Test, Trace, Treat) dan bersama-sama -warga 3M. Termasuk topik terkait penyakit menular” , jelasnya dalam diskusi produktif bertajuk “Prokes Terlaksana, Kita Kalahkan COVID-19” yang digelar Dewan Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (29/1).

Dengan menggunakan masker, penularan dapat dicegah. Kemudian, menjaga jarak, terutama di ruangan tertutup, dapat semakin mengurangi risiko tertular virus tersebut. “Jika terpaksa berada di ruangan tertutup, buka semua pintu keluar, jangan berkumpul, dan hindari ruangan tanpa AC. Lebih baik lagi, adakan pertemuan virtual jika perlu,” saran dr. Farge.

Juga, dr. Fajri juga menjelaskan: “Dan pentingnya mencuci tangan adalah untuk mencegah masuknya bakteri atau virus secara tidak sengaja, karena cairan (tetesan) dapat bertahan selama seminggu di ruangan ber-AC. Saya sarankan menggunakan sabun, cuci tangan dengan air mengalir. air,” lanjutnya.

Gambaran Realisasi Apbn Tahun 2022

Elgeen Frydianto, penyintas COVID-19, mengatakan: “Saya adalah orang yang mengikuti protokol kesehatan. Dalam setiap acara, kami selalu mencuci tangan, memakai masker, selalu mandi ketika sampai di rumah, bukan ‘. tidak diketahui di mana tertular COVID-19. Dr. Fajri benar, masyarakat tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan ini,” tegasnya.

Baca Juga  Sebutkan Komoditas Ekspor Nonmigas Ke Negara Asean

Saffri Sitepu juga membagikan pengalamannya sebagai penyintas COVID-19. “Rasanya saya tertular saat itu karena saya tidak menjaga jarak dan tidak bertemu banyak orang. Pengalaman saya ketika saya dinyatakan positif COVID-19, yang terburuk adalah sepuluh hari pertama. napas, batuk, bahkan sampai di rumah dan diberitahu tidak enak, saya masih berat dan mudah depresi, dan sudah hampir tiga bulan saya mengalaminya,” bebernya.

Menanggapi cerita dan nasehat dua penyintas, dr. Fajri mengimbau massa untuk menjauhi mereka selama acara berlangsung. “Kalau harus ketemu, cari tempat yang berventilasi baik, ketemu di luar kalau perlu, usahakan tidak makan sambil makan, dan jaga jarak. Kalau naik bus, pilih mobil yang tidak terlalu ramai. Jangan banyak bicara, Tapi caranya tidak harus melepas masker. Yang terpenting, jika sedang tidak enak badan, jangan memaksakan diri dan beri tahu atasan tentang kesehatan Anda,” ujarnya.

Penyebaran COVID-19 seringkali karena kecerobohan. “Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan tingkat penularan yang tinggi saat makan bersama rekan, keluarga, karena menurut mereka aman,” jelas dr. Fajar kembali.

Pemenuhan Hak Anak Fondasi Masa Depan Bangsa

Ikuti pengalaman Savery Stroup, yang sangat peduli dengan jarak dan menghindari keramaian. “Dulu saya senang dengan masyarakat, tetapi setelah sembuh dari COVID-19, sampai sekarang saya tidak lagi bergaul dengan teman-teman. Saya menjauhinya. Saya pergi sendiri, jauh dari keramaian..Sampai sekarang telah menerapkan protokol kesehatan yang benar dan sesuai,” ujarnya.

Untuk saran tambahan, Dr. Fajri mengatakan: “Untuk menyelesaikan pekerjaan ini, jangan lupa bantu pemerintah dengan 3T.” Terakhir, program vaksinasi harus didukung untuk menekan penyebaran penyakit dan tetap sehat,” pungkasnya.

Tentang Komite Nasional Pencegahan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) – Komite Pencegahan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) telah dibentuk sebagai bagian dari penanganan darurat COVID-19 dan pemulihan ekonomi dan transformasi ekonomi negara. Prioritas KPCPEN adalah: Indonesia sehat, melindungi masyarakat dari COVID-19 dan reformasi layanan kesehatan; Indonesia bekerja, memberdayakan dan mempercepat pekerjaan; dan Indonesia yang kuat, mencapai pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. Dalam pelaksanaannya, KPCPEN membantu penanganan COVID-19 dan Gugus Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan akses internet pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang, pemerintah bekerja sama dengan beberapa instansi untuk membaca lebih lanjut.

Baca Juga  Bagaimana Cara Melihat Adanya Medan Magnet

Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 Dalam Rangka Pencegahan Penularan Covid 19

“Perlindungan kesehatan masyarakat dan perlindungan kesehatan masyarakat menjadi prioritas pemerintah mengingat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru),” ujar Menkominfo.

“Pemerintah tetap berkomitmen untuk merilis vaksin COVID-19 di Indonesia,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Dr. Sitina Quantu.

Alexandre Ginting, Kepala Unit Penanganan Kesehatan Penanganan Covid-19, menjelaskan meski perkembangan penindakan hukum penuh dalam tiga bulan setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada Maret 2020, pemerintah terus bekerja. sulit untuk mengambil tindakan mitigasi dan menanganinya untuk mencegah penyebaran virus dan menimbulkan kerugian. Berbagai opsi kebijakan ditempuh untuk menghentikan penularan penyakit tersebut, mulai dari pemberlakuan physical distancing, hingga penerapan social distancing (PSBB) di berbagai wilayah yang teridentifikasi sebagai episenter transfer. Pemerintah juga melarang mudik sebelum Idul Fitri.

Terlepas dari berbagai pilihan kebijakan, pemerintah Indonesia, seperti di negara lain, tidak dapat memprediksi secara akurat kapan wabah ini akan segera berakhir. Salah satu harapan terbaik untuk segera mengalahkan epidemi adalah penemuan vaksin, yang dicari oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Namun, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), hasil kajian vaksin tersebut diperkirakan awal tahun 2021. Artinya, setidaknya hingga akhir tahun ini, setiap orang di dunia, termasuk Indonesia, harus hidup dengan COVID-19 dan hidup damai. Jika vaksin belum tersedia, masyarakat dihimbau untuk mengikuti dan menerapkan langkah-langkah kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Upaya Dan Kebijakan Pemerintah Indonesia Menangani Covid 19

Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama tiga bulan terakhir memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian. Penerapan PSBB secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada sektor industri yang terpaksa menekan biaya produksi dengan menutup pabrik, merumahkan pekerja, merumahkan pekerja sebagai upaya yang wajar untuk mengatasi penurunan permintaan dan pendapatan. . Hal ini menimbulkan efek domino, seperti meningkatnya pengangguran dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah juga harus mengalokasikan banyak uang dari anggaran negara untuk memberikan langkah-langkah untuk merangsang berbagai industri yang terlibat.

Situasi ini akhirnya menginformasikan pemerintah Indonesia untuk menerapkan kebijakan hukum atau tatanan hukum baru.

Mengapa kita harus berolahraga, mengapa kita harus bersyukur, mengapa kita harus menjaga lingkungan, mengapa kita harus berbisnis, mengapa kita harus belajar kimia, mengapa kita harus membaca, mengapa kita harus membayar pajak, mengapa kita harus belajar, mengapa kita harus bertobat, mengapa kita harus beragama, mengapa kita harus beriman, mengapa kita harus bersedekah