NgawiSport

Mental Persinga Masih Lemah

Pastimania-GRW Minta Tim Dievaluasi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tidak ada anthem Hanya Untukmu yang biasa dinyanyikan oleh suporter seusai laga Persinga Ngawi kontrak Persijap Jepara bubar Minggu (3/11). Sebagian di antara mereka langsung memilih keluar Stadion Ketonggo dan menggelar aksi damai.

Pastimania dan GRW, dua kelompok suporter Persinga itu kompak mempertanyakan penampilan minor tim mereka selama bermain di kandang. Mereka juga meminta manajemen untuk melakukan evaluasi. Seruan itu terus berulang-ulang berkumandang di luar stadion.

Kekecewaan para suporter tersebut baru bisa mereda saat manajer Persinga Faisol menemui mereka. Faisol meminta seluruh suporter tetap tenang dan tidak mengkambinghitamkan para pemain. ‘’Sepak bola itu pasti ada kalah dan menang, jadi wajar,’’ katanya.

Keluhan para suporter tersebut muncul bukan tanpa sebab. Mereka merasa berat hati setelah melihat Slamet “Larso” Hariyadi dkk kalah 2-0 melawan Persijap Jepara kemarin sore.

Hasil negatif itu tentu memberatkan langkah Laskar Ketonggo untuk merealisasikan mimpi lolos ke babak selanjutnya. Sebab, jatah pertandingan home Persinga pada putaran kedua lebih sedikit dari pada bermain away.

Hasil kemarin juga menjadi kegagalan dua kali beruntun bagi Persinga untuk menang di homebase mereka. Sebelumnya, Persinga ditahan imbang Persik Kendal dengan skor 1-1 pekan lalu (29/11).

Kendati demikian, Faisol mengaku peluang Persinga di Liga 3 Pra Putaran Nasional belum habis. Dia optimistis timnya masih bisa lolos ke babak 32 besar. Asalkan, pada pertandingan sisa seluruh pemain tampil konsisten. ‘’Kami harus menang di laga berikutnya. Karena itu kami sangat berharap dukungan dari suporter dan masyarakat Ngawi,’’ tuturnya.

Soal evaluasi pemain, pihaknya meneyerahkan penuh kepada coach Putut Widjanarko. Sebab, pelatih asal Surabaya itu yang mengetahui pasti apa saja kekurangan dari skuad Persinga sekarang. ‘’Kami akan mengikuti apa yang disarankan oleh pelatih untuk kebaikan tim ke depan,’’ ujarnya.

Terpisah, coach Putut mengaku masalah komunikasi dan mental pemain di atas lapangan menjadi biang kekalahan timnya dari Persijap. Dua hal tersebut bakal coba dibenahinya dalam waktu dekat. ‘’Skill individu yang bagus saja belum cukup, mentalnya juga harus baik,’’ katanya. (tif/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button