Advertorial

Menko Airlangga: Tetap Waspada Meski Angka Kasus Terus Menurun

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Evaluasi terhadap pelaksanaan PPKM mikro di dalam dan luar Jawa-Bali terus dilakukan pemerintah. Hasilnya ada perbaikan level, tetapi masih ada peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah daerah. ‘’PPKM luar Jawa-Bali dilakukan peninjauan setiap dua pekan. Namun evaluasi tetap dilakukan setiap minggu bersama seluruh jajaran di pusat dan daerah,’’ kata Menteri Koordinantor Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers PPKM secara virtual, Senin (6/9).

Airlangga menambahkan seperti arahan Presiden Joko Widodo bahwa pandemi Covid-19 belum selesai. Bahkan, virus korona dimungkinkan tidak akan hilang total. Karena itu, pemerintah terus berupaya untuk mengendalikan penyebaran virus tersebut. ‘’Jadi, masyarakat diminta untuk tetap waspada. Meskipun angka kasus terus menurun,’’ ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu.

Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM di luar Jawa-Bali. Terhitung mulai 7–20 September. Adapun PPKM Level 4 diterapkan di 23 kabupaten/kota, PPKM Level 3 di 243 daerah, PPKM Level 2 diberlakukan di 118 daerah, serta PPKM Level 1 berlaku di dua kabupaten/kota.

Sementara itu, jumlah kasus aktif nasional (per 5 September) mencapai 155.519 kasus (3,8 persen), dengan tingkat kematian (CFR) 3,29 persen dan tingkat kesembuhan (RR) 92,94 persen. Sedangkan, provinsi di luar Jawa-Bali yang kasus aktifnya masih banyak ada di Sumatera Utara (19.136 kasus), Papua (12.491 kasus), Aceh (6.692 kasus), Kalimantan Timur (5.344 kasus), dan Sumatera Barat (4.416 kasus).

Namun demikian, jumlah kasus aktif tersebut jika dibandingkan ketika awal kebijakan PPKM berbasis level pada 9 Agustus lalu, secara nasional mengalami penurunan -65,33 persen. Lalu, untuk wilayah di luar Jawa-Bali yang mengalami penurunan kasus tertinggi terjadi di Nusa Tenggara sekitar -73,76 persen. Sedangkan, penerunan terendah terjadi di Maluku-Papua sekitar -28,77 persen.

Dari sisi mobilitas penduduk terlihat bahwa di luar Jawa-Bali masih terdapat delapan daerah yang naik. Meliputi Jambi, Bandar Lampung, Sumba Timur, Kupang, Jayapura, Pekanbaru, Pematang Siantar, dan Padang. Sedangkan, mobilitasnya yang turun tapi indikatornya masih abu-abu ada di tujuh daerah. Karena itu, pada 15 daerah tersebut perlu dilakukan pengendalian mobilitas masyarakat.

Di sisi lain, proses vaksinasi akan terus digencarkan di luar Jawa-Bali. Termasuk untuk mendukung persiapan PON di Papua. Terutama di Kota Jayapura, Mimika, Merauke, Kabupaten Jayapura dan Keerom yang menjadi venue serta penunjang PON XX. ‘’Dinas kesehatan, TNI dan Polri dikerahkan untuk mencapai target vaksinasi,’’ kata Airlangga.

Saat ini, capaian vaksinasi di lima daerah tersebut telah melebihi rata-rata nasional. Bahkan, di Kota Jayapura, Mimika dan Merauke sudah lebih dari 50 persen penyuntikan dosis pertama. Selain itu, terkait dengan tingginya kasus aktif di Papua, pemerintah bakal melakukan pengecekan kembali serta cleaning data. Karena berdasarkan data di Kemenkes, dari sebanyak 12.491 kasus aktif, tercatat sekitar 6.900 kasus telah lebih 21 hari. ‘’Angka kasus aktif masih mengalami kenaikan. Namun diindikasikan terdapat sekitar 6.900 kasus di antaranya belum diperbaharui statusnya setelah lebih dari 21 hari. Sehingga, data ini perlu segera di-update,’’ jelas Airlangga.

Sementara itu, di daerah Luar Jawa-Bali yang telah mencapai lebih dari 50 persen vaksinasi dosis pertama akan dilakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi di beberapa fasilitas publik. Seperti di Banda Aceh, Jambi, Kupang, Palangkaraya, dan Batam.

Terkait dengan bantuan tunai untuk pedagang kaki lima (PKL) dan warung (BT-PKLW) yang akan diberikan kepada 1 juta PKL serta pemilik warung masing-masing sebesar Rp 1,2 juta. Bantuan itu akan disalurkan oleh TNI/Polri setelah aturan dan administrasi penganggarannya selesai. Adapun kriteria PKL dan pemilik warung yang menerima bantuan itu bukan termasuk penerima BPUM dan telah mempunyai lokasi usaha di wilayah PPKM Level 3 atau 4. Direncanakan peluncuran awal program tersebut dilakukan pada Kamis (9/9) di Medan, Sumatera Utara. (don/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button