Ngawi

Meninggal Sakit Jantung, Dikira Kena Covid-19

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kematian Marsidi sempat membuat warga Desa Bangunrejokidul, Kecamatan Kedunggalar, heboh Rabu (25/3). Karena jasad pria 60 tahun itu dievakuasi oleh petugas medis dengan mengenakan alat pelindung diri (APD).

Sontak beberapa di antara mereka berasumsi bahwa Marsidi meninggal karena korona. Bahkan, isu itu sudah menyebar luas di media sosial (medsos). Namun, dari hasil pemeriksaan medis, faktanya Marsidi meninggal karena sakit jantung. Selain itu, pihak RSUD dr Soeroto menyatakan bahwa korban bukan termasuk orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP).

Sedangkan tindakan tim medis yang mengevakuasi jasad Marsidi ke ambulans dengan menggunakan APD itu condong ke pemenuhan SOP kesehatan saat ini. ‘’Yang pasti, korban dievakuasi bukan karena terkena Covid-19,’’ tegas Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman kemarin.

Jasad Marsidi kali pertama ditemukan oleh Wito. Saat itu dia yang hendak menjenguk Marsidi justru mendapati tubuh pria yang bekerja sebagai buruh tani itu sudah tergeletak tak bernyawa di ruang tengah. ‘’Dimungkinkan korban sebelumnya sudah dalam kondisi sakit dan tidak segera tertolong, sehingga akhirnya meninggal dunia,’’ ujar Sukisman. (mg1/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close