Pacitan

Menilik Tradisi Pesantren Tremas Saat Ramadan, 26 Hari Khataman 52 Kitab Salafi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Ramadan bulan bersukacita bagi umat muslim untuk memupuk pahala. Dua tahun dibekap pandemi korona tak mengurangi kemuliaan bulan suci ini. Pondok Pesantren Tremas mengkaji 52 kitab pilihan yang dilangsungkan dari pagi hingga tengah malam.

Saat Jawa Pos Radar Pacitan ke Tremas pada Senin lalu (12/4) tampak lantai marmer di teras masjid pesantren di Arjosari tersebut begitu licin. Tiga santri telaten menyapu hingga ke sela-sela kaki beduk. Santri lainnya turut menyapu pelataran pesantren. Bahkan, seluruh tempat dibersihkan. Mulai masjid, kantor, hingga madrasah. ‘’Masjid ini bakal dijadikan pusat kegiatan selama Ramadan,’’ kata Alfiansyah, anggota Sekretariat Pondok Pesantren Tremas.

Deretan kelas madrasah yang biasa digunakan sekolah ditata ulang untuk mengaji kitab kuning. Seluruh sarana-prasarana dibersihkan dan disemproti disinfektan. Pesantren ini mengampu 3.200 santri. Dari 52 kitab yang dikaji, tiap santri diwajibkan mengikuti lima kitab. Rentang waktunya terjadwal rapi mulai bakda subuh hingga pukul 00.00. Pengajian kitab disebar di beberapa tempat. Mulai aula, madrasah, hingga masjid. ‘’Istirahatnya pas tiba waktu salat. Digelar mulai hari pertama puasa sampai tanggal 26 Ramadan. Keesokan harinya ditutup dengan khataman,’’ terang santri yang telah mondok selama tujuh tahun terakhir itu. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button