Pacitan

Menikmati Sensasi Salat di Atas Puncak Bukit di Masjid Sentono Gentong

Keberadaan tempat ibadah wajib hukumnya di objek wisata. Selain fasilitas publik, masjid yang berdiri di bukit wisata Sentono Gentong, Dadapan, Pringkuku, Pacitan, ini sengaja didesain sebagai tempat ibadah yang berbeda lain dari masjid umumnya.

——————————–

SUGENG DWI, Pringkuku

MUDIK atau balik Lebaran lewat jalur barat Pacitan-Solo tak ada salahnya untuk istirahat sembari salat di Masjid Sentono Gentong. Berdiri di atas keginggian lebih dari 100 meter, salat di masjid ini serasa di atas langit dengan latar belakang awan dan pemandangan Pacitan. ‘’Selesai dibangun setahun lalu,’’ kata Katno, pengurus objek wisata Sentono Gentong.

Pembangunan tempat ibadah tersebut sarat makna dan tujuan. Ada tiga pintu di setiap sisi masjid. Total sembilan pintu berjajar apik menyambut para jamaah yang hendak salat. Jumlah pintu itu melambangkan Wali Songo yang konon pernah singgah di bukit tersebut. Juga sebagai lambang jumlah lubang hawa nafsu manusia. ‘’Anak tangganya juga berjumlah sembilan, maknanya juga sama,’’ ungkapnya.

Meski hanya berukuran 5×4 meter namun tak sedikit para pelancong yang menjadikan masjid ini sebagai jujukan. Sembari menikmati pemandangan bukit Sentono Gentong yang kesohor keelokannya. Ditambah fasilitas penerangan dan ketenangan membuat tempat tersebut acap dijadikan untuk iktikaf. ‘’Ada juga yang camping di sini. Jadi kadang ramai. Tapi memang bukan tempat ibadah sehari-hari warga setempat,’’ tuturnya.

Masjid Sentono Gentong berada di jalur Pacitan-Solo, tepatnya di Desa Dadapan, Pringkuku, Pacitan. Para pemudik yang melintas lingkar Dadapan, tak ada salahnya menjajal sensasi salat di atas ketinggian Masjid Sentono Gentong. Apalagi, menjelang sore saat Salat Ashar ditemani cahaya senja dan malam harinya bertabur bintang di langit dan cahaya lampu kota Pacitan.*** (sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button