Madiun

Mengoptimalkan Setiap Aset

TEMPAT yang belum maksimal akan dioptimalkan. Kalimat itu sering saya lontarkan kepada masyarakat. Yah, saya memang senang memanfaatkan yang belum maksimal di kota kita. Seperti Festival Batu Mulia Nusantara yang berlangsung di Pasar Besar Madiun mulai Jumat lalu. Saya sempat datang Sabtu kemarin. Pasar juga bisa untuk pameran. Bisa untuk festival. Pasar tidak hanya untuk jual beli. Sebelumnya lagi, pasar besar juga saya gunakan untuk pelantikan pejabat eselon IV dan III.

Ada banyak yang bertanya, kenapa di sana? Saya memang tidak terlalu suka kegiatan di dalam gedung mewah. Sudah banyak kegiatan di dalam gedung dulu. Sekarang saatnya berubah. Saya ingin kegiatan dilakukan di luar gedung. Khususnya hotel. Ya, kecuali pertemuan tertentu yang mengharuskan itu. Tetapi selama itu memungkinkan, akan saya arahkan kegiatan tersebut di luar gedung.

Seperti pelantikan lalu. Kita memiliki aula yang cukup luas di Pasar Besar. Juga ada kolam renang. Aula itu jarang sekali dimanfaatkan. Padahal luas sekali dan bagus. Lantainya sudah berkeramik. Sirkulasi udaranya baik. Selain atapnya yang tinggi, ventilasinya besar. Berada di lantai empat pula. Anginnya, tentu semilir.

Tempat-tempat semacam ini dibangun tentu agar dapat dimanfaatkan masyarakat. Tetapi jangankan masyarakat, pejabat pemerintah kota sendiri saja jarang memanfaatkannya. Aula itu biasanya untuk lomba mewarnai yang digelar Dinas Perdagangan. Itu pun, setahun sekali. Saya ingin, tempat-tempat yang seperti ini termanfaatkan secara maksimal. Makanya, pelantikan kemarin saya instruksikan di sana. Kedua, biar OPD yang menangani turut peduli. Aula langsung dibersihkan begitu akan dipakai pelantikan. Pembersihannya mungkin tidak seperti itu kalau tidak akan dikunjungi walikota.

Lokasi Festival Batu Mulia di lantai dua sisi timur juga seperti itu. Jadi bersih sekali. Dari situ saya berfikir, harus sering berkegiatan di luar ruang. Harus sering berkegiatan di fasilitas umum. Biar sering dibersihkan. Dan yang pasti fasilitas termanfaatkan maksimal. Seringkali fasilitas umum terbengkalai setelah dibangun. Membangunnya memang mudah. Memanfaatkannya yang susah.

Kita punya banyak ruang terbuka hijau. Taman-taman seperti itu sudah terbangun baik. Sayang seringkali begitu saja setelah terbangun. Saya ingin tempat-tempat seperti itu dimanfaatkan. Seperti Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun yang dijadikan lokasi senam lansia dan sunday market. Minggu kemarin saya bersama warga juga melakukan Senam Zumba di Taman Monumen Tugu Genie Pelajar (TGP) yang sudah lebih bagus kini. Lokasi juga digunakan untuk bazar UKM. Ternyata menarik.

Saya ingin terus ada pemanfaatan seperti itu. Bukan hanya agar pembangunan termanfaatkan. Tetapi juga terdapat pembelajaran di dalamnya. Seperti pasar besar yang menyimpan pembelajaran tentang melayani. Saya ingin aparatur pemerintah kota meneladani pedagang dalam hal melayani pembeli. Pedagang selalu memberikan salam dan memasang wajah senyum tatkala pembeli datang. Entah itu kenal maupun tidak. ASN harus seperti itu dalam melayani masyarakat. Harus totalitas. Jangan kalah sama pedagang.

Monumen TGP juga menyimpan pembelajaran tentang sejarah dan semangat. Bahwa di kota kita pernah ada tentara pelajar yang gigih berjuang. Semangat itu dapat kita teladani dalam kehidupan sekarang. Hal-hal seperti itu tidak kita dapat saat berkegiatan di dalam hotel. Ke depan, kegiatan-kegiatan pemerintah akan banyak berada di luar ruang. Selain ada pembelajaran hal baru juga memperkenalkan tempat tersebut. Kalau sering digunakan untuk kegiatan pastinya semakin banyak dikenal orang. Seperti orang bilang, event media promosi yang mengena.

Kota ini memiliki banyak tempat seperti itu. Baik yang masih berupa tanah maupun yang sudah berwujud bangunan. Seperti yang pernah saya bilang, titik yang belum maksimal harus dioptimalkan. Yang masih berupa tanah ada kawasan hutan jati milik PDAM. Aset tanah di Ngrowo itu akan dijadikan tempat wisata. Saya berencana apel kerja aparatur juga di sana. Biar tidak di depan kantor masing-masing atau di depan Balai Kota. Di sana nanti juga ada gazebo. Itu bisa dimanfaatkan untuk rapat. Sesekali, jangan rapat di dalam ruang. Selain biar beda suasana, ada pembelajaran hal baru yang dapat dipetik.

Ini juga berlaku bagi perusahaan. Perusahaan yang menggelar acara tidak boleh di dalam gedung. Harus memanfaatkan ruang-ruang terbuka hijau di Kota Madiun. Seperti BRI yang menggelar Pesta Rakyat Simpedes beberapa waktu lalu. Acara berlangsung sukses di Alun-alun. Hadirnya suatu kegiatan harus bermanfaat bagi masyarakat luas. (*)

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close