features

Mengintip Koleksi Barang Antik di Kedai Wawan Haryono

Menikmati segelas susu telur madu jahe (STMJ) di kedai Wawan Haryono terasa berbeda. Sebab, kedai yang berlokasi di Jalan Raung itu lebih mirip dengan museum lantaran dipenuhi berbagai barang antik. Selain dikoleksi, Wawan juga memperjualbelikan barang-barang tua tersebut.

FATIHAH IBNU FIQRI, Jawa Pos Radar Magetan

BERBAGAI sudut kedai milik Wawan Haryono dipenuhi dengan barang antik. Mulai dari sepeda onthel, radio, telepon, alat pertanian, hingga uang. Usia berbagai barang itu puluhan tahun. Jauh lebih mirip museum dibandingkan kedai. ‘’Ada yang sengaja saya tempatkan di luar kedai supaya menarik perhatian,’’ kata warga Kauman, Magetan Kota, tersebut.

Wawan mengaku punya ribuan barang antik. Sebagian besar dipajang di kedainya. Sebagian besar barang antik itu diklaim masih berfungsi dengan baik. ‘’Saya berhati-hati dalam merawat,’’ ujar laki-laki 44 tahun itu.

Kegemaran Wawan mengoleksi barang antik bermula dari ketertarikannya pada sepeda onthel tua milik tetangga. Tidak pernah dipakai padahal masih berfungsi baik. Dibelilah sepeda itu oleh Wawan. Dia lalu berburu aksesori antik lain untuk melengkapi keunikan sepeda tersebut. ‘’Saya beli topi polka dan aksesori antik lain,’’ terangnya.

Dari aksesori sepeda, obsesi Wawan berkembang. Dia lantas berburu aneka barang antik lain seperti radio, telepon, hingga lampu hias. Sebagian besar didapat dari Magetan. Terjauh dari Kalimantan berupa jam dinding bandul. Wawan mengungkapkan, beberapa koleksinya sempat laku puluhan juta rupiah. ‘’Sebelum ada media sosial saya keliling dari rumah ke rumah, cari tahu siapa yang punya barang antik,’’ tuturnya. *(naz/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button