Ngawi

Mengenal Sukir, Guru Bahasa Indonesia yang Juga YouTuber

Tidak Ingin Langganan Internet di Rumah Mubazir

Apa yang dilakukan Sukir ini contoh positif pemanfaatan teknologi. Dia membuat konten video di YouTube tentang materi pembelajaran. Uang dari kanal itu pun disumbangkan. Seperti apa kisahnya?

====================== 

DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

DAFTAR indikator mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia ini ditampilkan satu layar penuh di sebuah video. Di bagian pojok bawah kanan, muncul sosok berkacamata. Sebelum menjabarkan satu per satu poin kisi-kisi soal USBN 2018/2019 tersebut, pria itu menyapa para penonton dengan sebutan anak didik.

Video berdurasi 12 menit 54 detik itu berjudul Kisi-Kisi USBN Bin 2019. Sejak diunggah Maret 2019, sudah ditonton 7.937 orang. Sebanyak 130 orang memberikan respons suka. Dua orang menekan jempol ke bawah. ‘’Semoga bermanfaat,’’ kata Sukir, pembuat video dalam channel Catatan Pak Guru tersebut.

Sukir adalah guru bahasa Indonesia salah satu SMPN di Bringin. Ide membuat berbagai video pembelajaran dimulai beberapa bulan lalu. Warga Desa Beran, Ngawi, itu ingin memanfaatkan akses internet di rumah. Supaya tidak mubazir karena langganan setiap bulan.

Alasan lainnya, pemberlakuan K-13 yang membuat seorang guru sebatas fasilitator. Sedangkan siswa dituntut lebih aktif mencari materi pembelajaran. ‘’Guru tidak diperbolehkan menerangkan secara langsung sebagaimana KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan, Red),’’ ujar pria 52 tahun itu.

Meski berfokus pada materi pembelajaran, juga terdapat video diklat yang diikuti Sukir. Memuat informasi tentang peningkatan kompetensi pembelajaran serta perkembangan remaja dan bahaya pergaulan. ‘’Materi pembelajaran banyak diminati karena relevan dan sesuai kebutuhan pembelajaran saat ini,’’ terang Sukir.

Awalnya, video buatan itu sekadar rekaman suara dan sosoknya. Setelah belajar teknik editing, dia bisa membuat tampilan yang lebih menarik dan interaktif. Semuanya dipelajari secara otodidak. Terlepas niatan berbagi ilmu, Sukir sendiri malah belajar banyak tentang teknologi. ‘’Usia bukan penghalang untuk terus belajar,’’ tuturnya.

Selama menjadi YouTuber, banyak pengalaman didapatkan Sukir. Misalnya ketika kesulitan menjawab pertanyaan netizen. Ada yang minta penjelasan lebih lanjut terkait mapel matematika. Sejak itu, dia berfokus mengunggah materi bahasa Indonesia. Kolom komentar juga pernah dibanjiri nyinyir netizen. Setelah meng-upload tentang trik mengetahui anak kecanduan narkoba. ‘’Mungkin banyak yang tersinggung hingga komentar sindiran terlontar,’’ ujarnya.

Sukir tidak menyangka channel-nya menghasilkan pundi-pundi rupiah dalam tiga bulan terakhir. Jumlahnya Rp 2 juta per bulan. Uang itu tidak dinikmati sendiri, melainkan disumbangkan kepada anak yang kurang mampu. Beberapa adalah anak didiknya di sekolah. ‘’Ada kepuasan tersendiri ketika bisa berbagi dengan yang membutuhkan,’’ ucapnya. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close