features

Mengenal Dimas Mukti Wibowo, Props Maker Star Wars dari Magetan

Opera luar angkasa Star Wars disukai oleh lintas generasi. Dimas Mukti Wibowo menangkap fenomena itu sebagai peluang bisnis dengan membuat properti replika para karakter Star Wars. Siapa sangka, produk Dimas disukai sederet figur publik dan laris manis hingga mancanegara.

FATIHAH IBNU FIQRI, Jawa Pos Radar Magetan

HELM yang dikenakan para prajurit Storm Trooper di film Star Wars VII: The Force Awakens berjejer di workshop (ruang kerja) Dimas Mukti Wibowo. Pemuda 30 tahun asal Buluharjo, Plaosan, itu menyulap sebuah ruangan di rumahnya menjadi bengkel produksi properti karakter Star Wars. Dimas mengklaim workshop-nya itu satu-satunya yang ada di tanah air. ‘’Helm-helm itu pesanan dari Jakarta dan Malaysia,’’ kata Dimas, Senin (14/6).

Dimas terjun sebagai props maker alias pembuat properti karakter Star Wars sejak 2016. Saat masih kuliah di Universitas Brawijaya (UB) 2016 lalu, Dimas iseng membuat replika helm karakter Star Wars dengan modal Rp 750 ribu. ‘’Bahannya fiberglass, saya buat dengan peralatan seadanya di kamar kos,’’ ujar lulusan Fakultas Pertanian UB itu.

Setelah jadi, Dimas mengunggah foto karyanya ke media sosial (medsos). Siapa sangka, karya Dimas banjir apresiasi. Selepas lulus Dimas serius merintis bisnis tersebut di rumahnya. Kini, Dimas dan para karyawannya mampu memproduksi 15 model replika properti karakter Star Wars. ‘’Harga jual mulai Rp 1,3 juta sampai Rp 1,8 juta. Kalau full sebadan, Rp 5 juta sampai Rp 7 juta,’’ terangnya.

Lima tahun sejak bisnisnya dirintis, karya Dimas diapresiasi oleh berbagai figur publik. Mulai dari Arian Arifin (vokalis Seringai); Aqi Singgih (vokalis Alexa); Dermy Romero, rapper Saykoji; hingga presenter Omesh. Karya Dimas juga laris terjual hingga Malaysia dan Singapura. ‘’Kendala sejauh ini, ongkos kirim yang sangat mahal ke luar negeri. Bisa sampai 80 persen dari harga jual,’’ keluh Dimas.*(naz/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button