MadiunPendidikan

Mendesak Penguatan IT dan Literasi Digital

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kalangan akademisi khawatir terjadinya stagnasi pendidikan di masa pandemi Covid-19. Menilik sejumlah kendala yang muncul dari penerapan kegiatan belajar-mengajar (KBM) virtual. ‘’Saat ini yang mendesak dilakukan adalah penguatan infrastruktur IT (information technology, Red) dan percepatan literasi digital,’’ kata Rektor Universitas PGRI Madiun (Unipma) Parji Rabu (29/7).

Parji mengatakan, sarana dan prasarana memang menjadi momok dalam KBM daring. Tidak semua siswa punya gadget atau perangkat elektronik yang bisa menunjang sistem tersebut. Belum lagi ada yang kesulitan mengakses internet. Baik tidak mampu membeli kuota atau tidak ada sinyal di tempat tinggalnya. ‘’Kendala semacam itu terjadi menyeluruh di tanah air,’’ ujarnya.

Menurut dia, pihak-pihak terkait perlu segera mengambil langkah. Salah satunya memperkuat sektor infrastruktur IT agar pembelajaran digital bisa maksimal. Bila tidak, roda pendidikan terancam mandek. ‘’Harus ada semacam pemfokusan dana, atau bisa juga pengarahan bantuan untuk pendidikan. Dalam wujud penguatan infrastruktur IT dan percepatan literasi digital,’’ paparnya.

Kendala pembelajaran daring, dinilai Parji, sebagai masalah yang serius. Dia belum melihat peran masif dari dewan pendidikan, komite sekolah, atau lainnya. ‘’Sudah saatnya berembuk,’’ ujarnya.

Menurut Parji, perlu ada solusi jangka pendek dan menengah. Bila ada pelajar kesulitan belajar daring, pengampu harus lebih aktif memantau. ‘’Pandemi Covid-19 dijadikan pemantik untuk berinovasi dan berkreasi,’’ tuturnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button