Ponorogo

Mendesak Normalisasi Embung Dangkak

Sudah 21 Tahun Alami Pendangkalan

PONOROGO, Radar Ponorogo – Pemdes Sidoharjo, Jambon, gamang menormalisasi Embung Dangkak sendirian. Hingga jelang tutup tahun ini, keuangan desa setempat sudah banyak terkonsentrasi untuk pembangunan jalan, talut, dan jembatan menuju embung yang mengalami pendangkalan tersebut.

Kades Sidoharjo Parnu mengutarakan beratnya menormalisasi Embung Dangkak tanpa dukungan dana dari pemerintah pusat. Untuk membangun sederet infrastruktur pendukungnya saja, pemdes setempat telah menghabiskan Rp 400 juta dari dana bantuan keuangan khusus desa (BKKD) dan dana desa (DD). ‘’Akhir tahun lalu kami sudah mengirim proposal ke pusat karena memang biaya segitu bisa selesai jika dibantu pusat. Tapi, sampai sekarang memang belum ada (jawaban),’’ ungkapnya Selasa (19/11).

Sejatinya, pendangkalan Embung Dangkak telah berlangsung pascalongsor 1998 silam. Ditambah adanya pengurukan tanah setelah penggantian pohon jati ke pinus. Kedalaman embung yang semula 15 meter itu menjadi setara dengan pintu masuknya. Tak ada jalan lain selain mengeruk sedimentasi. ‘’Agar embung kembali berfungsi layaknya waduk kecil,’’ harapnya.

Sebelum terjadi pendangkalan, Embung Dangkak menjadi andalan irigasi persawahan di Kecamatan Jambon, Kauman, dan Badegan. Sekaligus menjadi destinasi wisata desa. Potensi itulah yang menggerakkan Parnu ngebet menormalisasi, setahun setelah dirinya dilantik Desember 2016 lalu. ‘’Kami pun sudah melakukan pembangunan secara bertahap setiap tahunnya,’’ imbuh Parnu.

Awal realisasi menghidupkan kembali Embung Dangkak dimulai tahun lalu. Membuat jalan baru sepanjang 1 kilometer dengan membedah pegunungan. Juga, meninggikan bibir talut sekitar 5-6 meter. Sekaligus membangun jembatan penghubung menuju embung. ‘’Kami juga menganggarkan untuk tahun depan,’’ jelasnya.

Kepala Dinas PUPR Ponorogo Jamus Kunto membenarkan bahwa Pemdes Sidoharjo telah mengusulkan normalisasi Embung Dangkak ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. (dil/c1/fin)    

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button