Ponorogo

Menara Seluler Kertosari Tiba-Tiba Berdiri

Kantongi IMB meski Sudah Ditolak Warga

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Puluhan warga RT 04, RW 03, Kertosari, Babadan, berunjuk rasa Rabu (15/7). Mereka mendesak menara seluler yang berdiri di lingkungannya dibongkar. Sebab, tidak mengantongi persetujuan warga sekitar. ‘’Sejak awal masyarakat melihat tidak ada dampak positif. Sehingga, kami menolak,’’ kata Dudin Siswanto, ketua RT setempat.

Dudin dan puluhan warganya berunjuk rasa sekitar pukul 09.30. Mereka membentangkan sejumlah poster bernada protes. Perwakilan warga berorasi. Sekitar pukul 11.00, pihak kelurahan dan kecamatan bersedia audiensi. Dialog juga melibatkan sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), kepolisian, dan TNI.

Dudin menuding pendirian menara seluler di lingkungannya tidak sesuai prosedur. Sebab, sejak awal warga sudah menolak. Pun pihak kelurahan sudah menyampaikan surat keberatan dari warga setempat kepada OPD terkait.

Tapi, tiba-tiba menara berdiri dan sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). ‘’Banyak dampak negatifnya pada warga. Radiasi, kerukunan lingkungan RT terpecah, dan jangka panjangnya, harga tanah di sekitar RT 04 turun,’’ urai Dudin.

Camat Babadan Suseno mengatakan bahwa sebelumnya sempat mempertemukan warga dengan pengusaha menara seluler. Lengkap bersama forum pimpinan kecamatan. Waktu itu terjadi perdebatan sengit. Akhirnya, warga mengirimkan surat keberatan ke kelurahan dan kecamatan. Sejumlah OPD juga ditembusi. Ternyata, izin masih keluar dan menara tetap berdiri.

Dari audiensi kemarin belum ada titik temu. ‘’Kami sudah pertemukan warga dengan perwakilan dari OPD teknis. Akan ada pertemuan selanjutnya. Jadi, tidak serta merta dapat diputuskan hari ini (kemarin, Red),’’ ujarnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close