Madiun

Menanti Kaji-Maidi Bersua Bahas Pemanfaatan Aset Pemkab di Kota Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Persoalan aset mangkrak bisa terpecahkan dengan duduk satu meja. Kalangan akademisi menyarankan Bupati Madiun Ahmad Dawami dan Wali Kota Madiun Maidi segera bersua.

Duduk bersama membahas upaya memberdayakan tujuh tanah dan bangunan terbengkalai milik Kabupaten Madiun di Kota Madiun. ‘’Aset-aset bisa dimanfaatkan lebih baik lagi,’’ kata Bambang Martin Baru, dosen Ilmu Administrasi Negara Universitas Merdeka Madiun, Senin (26/10).

Martin berpendapat, pemkab dan pemkot jangan terjebak pada status kepemilikan dan keberadaan aset. Sebaliknya, menyelaraskan arah kendati tujuannya berbeda. Keduanya harus mengingat bahwa marwah pemerintah adalah menyejahterakan rakyat. ‘’Tepikan egosentris kewilayahan dan kedepankan kepentingan masyarakat,’’ tuturnya.

Tatap muka antara Kaji Mbing, sapaan bupati, dengan Maidi patut dinantikan. Martin mengharapkan kemunculan berbagai opsi yang detail dari keduanya. Sebelum akhirnya diambil kesepakatan. Martin berpendapat metode ruilslag atau tukar guling layak untuk dicoba. ‘’Tapi, kesepakatan bisa beragam dengan pembahasan detail. Sehingga, didapatkan win-win solution,’’ ujar Martin.

Diketahui, tujuh aset pemkab berada di Kota Madiun. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun mendata kondisinya rusak berat. Maidi menilai keberadaannya merusak pemandangan kota. Sementara, Kaji Mbing menegaskan penanganan dan pemanfaatan aset sebagai fokus kerjanya. Beberapa aset telah disewa untuk usaha kuliner. (den/c1/cor)

Pikir Ulang Tukar Guling

LEGISLATOR Kota Madiun turut mengomentari aset Pemkab Madiun di wilayahnya. Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya (AR) Bagus Miko Saputra menyarankan pemkot untuk mendesak pemkab merehabilitasi tujuh bangunan rusak itu. ‘’Diperbaiki agar aset memiliki nilai guna,’’ katanya Senin (26/10).

Menurut AR, aset bisa dihibahkan ke pemkot seandainya pemkab tidak mau merehabilitasi. Ihwal tukar guling atau ruilslag, perlu dipikirkan dua kali. Nilai aset pemkot diyakini lebih berharga ketimbang yang terbengkalai itu. ’Tapi, semuanya bergantung Pemkab Madiun,’’ ujarnya.

AR mengatakan, Wali Kota Maidi dan Bupati Ahmad Dawami perlu duduk bersama membahas upaya konkret pemanfaatan aset. Hal tersebut juga bagian kolaborasi pengoptimalan aset. ‘’Untuk kebaikan bersama sekaligus meningkatkan sinergitas,’’ ucapnya. (kid/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button