Madiun

Member AEGIS Keranjingan Mengoleksi Gunpla

Berbagi Kiat Deteksi Keaslian Produk kepada Pemula

Mengoleksi gundam bukan hobi murah. Maklum, harga satu unit bisa mencapai jutaan rupiah. Namun, hal tersebut tidak menghalangi niat para member AEGIS mengumpulkan robot plastik yang diadaptasi dari anime dan manga Jepang tersebut.

======================

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

PULUHAN gundam plastik model kit (gunpla) berbagai bentuk dan ukuran tertata rapi di meja besar salah satu kafe di Kota Madiun. Tak jauh dari situ, beberapa pemuda tampak sibuk merakit bagian-bagian replika robot yang diadaptasi dari serial anime dan manga Jepang itu.

Ya, kolektor gunpla tidak sekadar mengumpulkan koleksi. Mereka juga dituntut mampu merakit. ‘’Kalau nggak biasa (merakit), bisa memakan waktu berjam-jam. Terutama produk limited edition,’’ kata Gilang Putra Perdana, ketua AE Gundam Istimewa (AEGIS).

AEGIS terbentuk pada 2014 lalu. Embrio komunitas adalah grup Facebook bernama Gundam Madiun yang didirikan Gilang. Awalnya grup itu hanya dihuni dua orang. Keduanya rajin mem-posting koleksi gundam. Seiring berjalannya waktu, banyak kolektor yang bergabung. ‘’Akhirnya kami adakan gathering,’’ ujar pria 25 tahun itu.

Ajang gathering itu menjadi awal perkenalan para member. Pun, dari situlah akhirnya mereka sepakat membentuk komunitas gundam Madiun. Hingga kini yang bergabung mencapai 300-an orang. Sementara, pengurus aktif yang rutin hadir saat gathering sekitar 40.

Mereka tidak hanya berasal dari Kota dan Kabupaten Madiun, melainkan juga dari Ponorogo, Magetan, Ngawi, hingga Pacitan. ‘’Seiring berjalannya waktu, peminatnya semakin bertambah, dan bulan lalu komunitas berganti nama jadi AEGIS,’’ sambung Gilang.

AEGIS biasanya menggelar acara rutin sebulan sekali. Selain memamerkan koleksi, momen itu dimanfaatkan untuk sharing. Di antaranya, kiat mendeteksi keaslian produk kepada pemula.

Biasanya, produk palsu berbahan plastik dengan tekstur kasar. Pun, saat dirakit ditemukan bagian-bagian robot yang tidak presisi untuk digabungkan. Selain itu, hanya mampu bertahan paling banter tiga tahun. ‘’Kalau dipajang juga kayak letoi. Berbeda dengan produk asli yang kokoh, detailnya dapat, dan bahannya berkualitas,’’ beber Gilang.

Gunpla yang dikoleksi member AEGIS merupakan produk Bandai. Ada lima jenis gundam yang telah dikeluarkan perusahaan mainan ternama asal Jepang itu. ‘’Yaitu, super deformed, high grade, real grade, master grade, dan terakhir perfect grade,’’ ungkapnya.

Super deformed (SD) adalah serial anime dengan gunpla berbentuk chibi. Ciri khasnya kepala besar dan badan kecil. SD merupakan gunpla keluaran 1980-an. Harganya bervariasi mulai Rp 70 ribu hingga Rp 300 ribu. ‘’Bentuknya imut,’’ tutur warga Desa/Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, itu.

Sedangkan gundam high grade (HG) berskala 1/144. Bentuknya lebih detail dan variannya lebih banyak. Harganya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Real grade (RG) juga berskala 1/144. Jenis ini merupakan keluaran 2010 lalu. Harganya berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu.

Sementara, jenis master grade (MG) memiliki skala 1/100. Jenis ini bentuknya lebih detail dan berukuran lebih besar. Harganya mulai Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta. ‘’Semakin langka harganya semakin naik, tapi sesuai range harga jenis gunpla,’’ jelasnya.

Gundam paling besar sekaligus paling mahal adalah jenis perfect grade (PG) yang memiliki skala 1/60. Bentuknya sangat detail dan dilengkapi lampu LED. Harganya cukup fantastis, mulai Rp 1,3 juta hingga Rp 8 juta.

Bagi Gilang dkk, mengikuti film keluaran terbaru seri Mobile Suit Gundam yang diluncurkan Studio Sunrise pada 1979 silam seolah menjadi menu wajib. Dua tahun sekali film terbaru diluncurkan. Bersamaan itu, gunpla terbaru juga dirilis.

Karena itu, para kolektor harus rajin-rajin menghubungi importer untuk mendapatkan koleksi terbaru. Apalagi, biasanya gunpla diproduksi dalam jumlah terbatas. ‘’Langsung dari Jepang, nggak mudah juga,’’ ucapnya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button