features

Membelah Hutan Membuka Infrastruktur Kerakyatan

Kopda Yoyok di Tengah Kegiatan TMMD-110

Setiap prajurit TNI merasa terpanggil untuk dapat hadir dalam membantu dan mengatasi setiap kesulitan rakyat, seperti dalam kegiatan TMMD. Karena dalam program tersebut kemanunggalan antara TNI dengan rakyat semakin dekat.

HENGKY RISTANTO, Jawa Pos Radar Madiun

TERIKNYA sinar matahari sangat terasa di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Pacitan pada Kamis siang (18/3) itu. Peluh keringat pun bercucuran di kening sampai membasahi pipi para anggota dari satuan Yonif 511/Dibyatara Yudha yang tertutup masker. Belum lagi lokasi pelaksanaan operasi bakti TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) tersebut termasuk perbukitan berkapur.

Tapi, Kopda Yoyok beserta anggota dari satuan Yonif 511/Dibyatara Yudha mengaku tetap bersemangat dalam mengerjakan pembangunan rabat jalan. Material batu dan pasir mereka angkut secara gotong-royong ke lokasi pengerjaan rabat jalan sepanjang 1,9 kilometer. ‘’Rasa lelah ada, tapi tetap harus semangat,’’ katanya.

Bagi Yoyok ikut terlibat dalam kegiatan TMMD bukan pengalaman baru. Dia mengaku sudah mengikuti program operasi bakti TNI ini di Jombang dan Trenggalek. ‘’Misi (TMMD) menaklukkan kondisi medan yang sulit,’’ ujarnya.

Bahkan, tak jarang dirinya keleleran hingga harus didorong rekannya yang lain ketika membawa material proyek rabat jalan menggunakan gerobak. Semua itu karena medannya berupa tanah atau makadam menanjak.

Belum lagi ketika hujan turun. Medannya semakin sulit. Oleh karenanya, Yoyok dan anggota Yonif 511/Dibyatara Yudha lain yang tergabung dalam satgas TMMD ke-110 itu harus berkejaran dengan waktu. Supaya pengerjaan selesai tepat waktu dan target. ‘’Kalau hujan turun, tentu pekerjaan yang kami lakukan tidak dapat maksimal. Karena jalan menjadi becek dan berlumpur,’’ ungkapnya.

Sebelum dirabat, kondisi jalan ini berupa makadam yang sempit dan sulit dilalui kendaraan roda empat. Sementara jalan itu dianggap memiliki peranan penting dalam menunjang perekonomian warga. Karena menghubungkan antara Dusun Sukoharjo dengan Dusun Tumpak Watu. Serta menjadi akses terdekat menuju objek wisata Pantai Buyutan dan Pantai Banyu Tibo.

Setelah penggerjaan akses rabat jalan ini selesai, pemerintah desa (pemdes) Widoro berencana membangun kolam bendungan dengan wahana perahu di kawasan Pantai Banyu Tibo. Dengan begitu, diharapkan mampu menarik kedatangan wisata ke desa tersebut. ‘’Program ini (TMMD) merupakan upaya untuk membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan di desa-desa,’’ jelas Kapenrem 081/Dhirotsaha Jaya, Kapten Arm Nurwahyu Sujatmiko. (*)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button