AdvertorialMadiun

Membangun Kota Berbasis Lingkungan, Pemkot Madiun Tanam 20 Ribu Pohon

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Konsep pembangunan yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi melalui trade, tourism, and investment yang berbasis lingkungan hidup coba diterapkan oleh Pemkot Madiun. Misalnya dengan melakukan gerakan penghijauan. Realisasinya berupa penanaman 20 ribu pohon baru di sejumlah titik.

Termasuk menanam enam pohon bungur berukuran besar di beberapa lokasi sejak Rabu lalu (8/1). Antara lain, dua batang pohon di Jalan Agus Salim. Persisnya di perempatan Jalan Merpati-Citandui. Kemudian masing-masing satu batang pohon di depan SMPN 2 Madiun, di depan Toko Sinar Jalan Panglima Sudirman, Jalan Bogowonto, serta di depan rumah makan Wijaya Jalan Pahlawan.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, penanaman pohon tersebut sebagai wujud menyeimbangkan ekosistem perkotaan. Di samping untuk memenuhi cakupan ruang terbuka hijau (RTH). ‘’Dengan penanaman pohon itu, ketika musim kemarau nanti tidak terjadi kekurangan air. Sedangkan, saat musim hujan dapat menjadi resapan,’’ terangnya.

Sebelumnya, konsep taman pulau telah dikembangkan oleh pemkot di 12 titik. Di antaranya, di simpang tiga Jalan dr Soetomo-Jalan Panglima Sudirman, perempatan serta taman Jalan Bali, Jalan Bogowonto, dan Jalan Mayjen Sungkono. Juga  di perempatan Tugu, kawasan alun-alun, perempatan Jalan Jawa, taman depan mapolresta, simpang tiga Jalan Slamet Riyadi-Jalan Diponegoro, RTH Redjo Agung, dan di depan Inka.

Maidi memang getol ingin membangun kota berbasis lingkungan hidup. Beberapa aset daerah berupa lahan yang mangkrak ditanami pepohonan dan bunga. ‘’Tempat-tempat yang kurang optimal, nanti akan kami tanami pohon,’’ ujar pejabat asal Magetan tersebut.

Maidi mengungkapkan, jenis pohon yang ditanam berbeda. Mulai bungur, pule, avokad, hingga rambutan. Dengan begitu, tidak sampai menghapus fungsi hutan, tapi untuk menunjang kebutuhan hidup. Dia mencontohkan, buah dari pohon avokad bisa diberikan kepada anak penderita stunting untuk perbaikan gizi. ‘’Perawatannya nanti akan dilakukan oleh disperkim selama enam bulan sekali,’’ jelasnya.

Pembangunan kota berbasis lingkungan sudah dimulai dengan gerakan menanam pohon di sejumlah titik. Seperti di kawasan RSUD Kota Madiun, Jalan dr Sutomo depan RSUD dr Soedono, serta Jalan Pahlawan mulai Hotel Merdeka sampai ke utara. ‘’Ada 600 pohon bungur yang dapat berbunga telah kami tanam,’’ sebut mantan sekda Kota Madiun itu. (her/c1/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close