AdvertorialPonorogo

Membangkitkan Optimisme di Tengah Pandemi

Oleh Drs. H. Ipong Muchlissoni

DIRGAHAYU ke-524 Kabupaten Ponorogo. Tahun ini, Hari Jadi Ponorogo diperingati di tengah situasi pandemi Covid-19. Mau tidak mau, peringatannya harus disesuaikan dengan situasi yang kita hadapi saat ini. Berbagai kegiatan yang gegap gempita dan melibatkan banyak massa seperti dulu harus ditiadakan. Demi mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

Tentu pandemi berimbas pada berbagai sektor di Ponorogo. Perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. Itulah yang namanya pandemi, selalu membawa dampak. Di sektor pendidikan, misalnya, siswa sampai saat ini masih menerapkan pembelajaran jarak jauh sesuai kebijakan dari pemerintah pusat.

Di sektor ekonomi, ketika momentum hari jadi dan Grebeg Suro, biasanya perputaran uang di Ponorogo sangat kencang. Pendapatan berbagai jenis usaha meningkat. Namun, sekarang tingkat hunian hotel-hotel di Ponorogo merosot sampai 70 persen. Itu baru dari perhotelan. Belum dampak lainnya.

Dari berbagai cerita tentang pandemi, bisa dikatakan bahwa sektor yang paling tangguh dan hampir tidak terdampak hanya pertanian. Selebihnya terkena dampak. Sekarang, tugas kita adalah membangkitkan optimisme. Bahwa berbagai dampak itu bisa kita atasi bersama.

Karena berbagai hal tersebut, Hari Jadi ke-524 Kabupaten Ponorogo tahun ini mengusung tema Membangkitkan Optimisme di Tengah Pandemi. Saya meyakini bahwa warga Ponorogo bisa melalui pandemi ini dengan baik. Sifat gotong royong, keguyuban, dan ramah tamah yang selama ini menjadi ciri khas Ponorogo, dapat menjadi kunci dalam melalui pandemi ini.

Pandemi tidak boleh menjadikan sifat-sifat khas warga Ponorogo luntur. Justru di saat seperti ini kita harus saling menjaga, berbagi, gotong royong, dan saling membangkitkan optimisme satu sama lain.

Secara bertahap, kehidupan normal di masyarakat berangsur pulih. Tentu dengan tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

Karena bertepatan dengan momentum HUT ke-75 Kemerdekaan RI, berbagai kegiatan yang lahir dari ide dan gagasan masyarakat, sepanjang memenuhi syarat-syarat protokol kesehatan, akan kami izinkan. Supaya masyarakat dapat bergembira, berbahagia, dengan cara-caranya tersendiri.

Kreativitas dalam hidup diperlukan. Terlebih dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19. Karena, menurut saya, perubahan adalah suatu keniscayaan. Terhadap situasi yang dihadapi bersama ini, kita semua harus tetap berikhtiar membuat perubahan dengan berkreasi. Lewat berbagai cara. Tidak perlu takut atau khawatir. Pandemi pasti ada hikmahnya. (*/sat/c1/adv)

Disarikan dari wawancara dengan Mizan Ahsani

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button