KesehatanNgawi

Memasuki Musim Penghujan, Waspada Penyakit Leptospirosis

‘’Jaga pola hidup bersih jadi kunci utama. Rajin membersihkan diri dengan sabun.’’ Endah Pratiwi, Kabid P2P Dinkes

MEMASUKI musim penghujan, sejumlah penyakit mengancam. Selain demam berdarah dan diare, leptospirosis juga patut diwaspadai. Yakni, penyakit akibat bakteri leptospira yang ditularkan melalui urine tikus yang terkontaminasi.

‘’Apalagi, populasi tikus beberapa bulan terakhir cukup tinggi,’’ kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Endah Pratiwi Rabu (11/12).

Meski begitu, Endah menyebut temuan kasus leptospirosis di Ngawi tergolong minim. Namun, dia berharap warga tetap mewaspadai potensi penyebaran penyakit tersebut. ‘’Pola hidup bersih jadi kunci utama. Rajin membersihkan diri dengan sabun atau menggunakan peranti perlindungan seperti sarung tangan dan sepatu karet,’’ paparnya.

Dia menyebut, gejala leptospirosis tidak jauh berbeda dengan demam berdarah. Diawali dengan demam, lalu muncul bintik kuning pada kulit. Setelah itu, kondisi penderita biasanya tampak membaik. Padahal, kondisi tersebut merupakan tanda masuk fase kedua yang bisa berakibat fatal.

‘’Pada fase kedua, infeksi penyakit bisa menjalar ke organ vital. Penderita dapat mengalami gagal ginjal sampai radang selaput otak (meningitis),’’ ungkap Endah.

Bagaimana antisipasinya? Menurut Endah, cara terbaik menghindari kontak langsung dengan tikus. Selain itu, menjaga lingkungan rumah tetap bersih. Pasalnya, hewan pengerat itu menyukai tempat kotor untuk berkembang biak. ‘’Juga jangan biarkan sampah menumpuk lebih dari tiga hari, terutama yang organik karena bisa memicu kedatangan tikus,’’ pungkasnya. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close